Breaking News:

Berita Pekanbaru

Status Siaga Karhutla Riau Tidak Diperpanjang dan Resmi Dicabut, Ini Alasan BPBD Riau

Saat ini lima kabupaten/kota di Riau juga telah menetapkan status siaga darurat banjir mengingat curah hujan di Riau saat ini terus meningkat.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: CandraDani
TRIBUNPEKANBARU.COM/DODI VLADIMIR
Gubernur Riau Syamsuar dan Forkopimda termasuk Kapolda Riau saat mengecek kesiapan peralatan pemadaman saat apel siaga Karhutla di halaman Kantor Gubernur Riau, Kamis (31/3/2022). Tribunpekanbaru.com/DoddyVladimir 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau resmi berakhir pada Rabu (30/11/2022). Status ini ditetapkan sejak 21 Maret 2022 lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Riau Edy Afrizal, Rabu (30/11/2022) menegaskan, Pemerintah Provinsi Riau tidak memperpanjang status siaga darurat Karhutla dan secara resmi mencabut status tersebut.

Pencabutan status siaga darurat Karhutla di Riau tersebut karena saat ini di Riau sudah memasuki musim hujan.

Edy mengatakan, selain sudah memasuki musim hujan, saat ini lima kabupaten/kota di Riau juga telah menetapkan status siaga darurat banjir mengingat curah hujan di Riau saat ini terus meningkat.

"Status siaga darurat Karhutla di Riau per 30 November sudah resmi dicabut atau berakhir," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, berdasarkan prediksi dari pihak BMKG, untuk tahun depan terkait cuaca mengalami ketidakpastian. Dengan artian pada musim kemarau bisa saja terjadi hujan, atau sebaliknya.

"Karena itu kami diminta untuk hati-hati, tapi analisa BMKG kemungkinan musim panas itu mulai bulan Maret. Kemungkinan tahun depan untuk penetapan status siaga darurat Karhutla di Riau ditetapkan mulai Maret, kalau tahun inikan mulai Februari," ujarnya.

BPBD Riau saat ini juga sudah menyiagakan personil dan peralatan untuk membantu masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Hal ini disiapkan sebagai bentuk antisipasi adanya potensi cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Riau.

Menyikapi kondisi cuaca saat ini, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada BPBD kabupaten/kota untuk siap siaga. Karena saat ini sudah terjadi peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Sehingga BPBD kabupaten kota diminta meningkatkan kewaspadaan.

"‎Kami sudah sampaikan ke BPBD Kabupaten/Kota, agar semua peralatan dan personel termasuk logistik, semua disiapkan. Kalau memerlukan bantuan segera laporkan kepada kami," kata Edy.

Berdasarkan data yang dirilis BPBD Riau, hasil rekapitulasi luasan lahan yang terbakar selama tahun 2022 ini lebih kurang 1.219,93 hektar.

Tersebar di 12 Kabupaten/kota se Provinsi Riau. Paling luas terbakar berada di Kabupaten Rohul dengan luas 336 hektar dan di Rohil dengan luas 187 hektar.

Sebaran lainnya terbakar seluas 150,89 hektar di Kampar, kemudian 150,70 hektar di Bengkalis dan 113,20 hektar di Pelalawan.

Selanjutnya, seluas 85,50 hektar terbakar di Inhil, sebanyak 79,25 hektar terbakar di Inhu. Kemudian, seluas 51,95 hektar terbakar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved