Breaking News:

Pengakuan Tentara yang Ikut Mengepung , Pemimpin ISIS Ledakkan Diri saat akan Ditangkap

Saat itu dalam sebuah misi . Tentara sudah mengepung pemimpin ISIS yang dicari-cari . Namun , saat akan ditangkap terjadi ledakan

Editor: Budi Rahmat
pixabay
Pengakuan tentara yang kepung pemimpin ISIS 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tentara yang ikut mengepung , pemimpin ISIS memilih bunuh diri dengan meledakkan diri .

Lewat sabuk yang terpasang di badan , pemimpin ISIS menarik pemicu dan meledakkan dirinya saat akan ditangkap .

Pemimpin ISIS yang meledakkan diri itu adalah Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi .

Baca juga: Pengamat Sebut Wanita Bersenjata yang Terobos Istana Presiden Merupakan Simpatisan ISIS

Ia dilaporkanterbunuh pada pertengahan Oktober di Suriah meledakkan dirinya setelah dia dan para pengawalnya dikepung oleh milisi lokal di Kota Jasem .

Tentara yang ikut dalam misi dan mendapati lokasi pemimpin ISIS tersebut kemudian melakukan pengepungan .

Pada akhirnya pemimpin ISIS tersebut bunuh diri saja

Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa milisi yang terlibat dalam persitiwa tersebut kepada Reuters.

Pada Rabu (30/11/2022), militer AS mengatakan bahwa Quraishi tewas dalam operasi yang dilakukan oleh pasukan pemberontak dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di Provinsi Deraa di Suriah selatan.

Provinsi itu berada di bawah kendali tentara Suriah setelah disepakati perjanjian rekonsiliasi yang ditengahi Rusia pada 2018.

Baca juga: Sebut Ustazah Ning Imaz Cocok Jadi Budak Seks ISIS, Apa Hubungan Justinkanya Dengan Eko Kunthadi ?

Dilansir Reuters, perjanjian tersebut membuat Pemerintah Suriah kembali mendapatkan kendali atas Suriah selatan.

Mulanya, Quraishi dan para pembantunya ditemukan di sebuah tempat persembunyian rahasia di sebuah rumah.

“Pemimpin dan rekannya meledakkan diri dengan sabuk bunuh diri setelah pejuang kami berhasil menyerbu tempat persembunyian mereka,” kata Salem al Horani, warga Jasem dan mantan milisi yang ikut serta dalam pengepungan tiga rumah tempat ditemukannya sel ISIS.

FSA telah menerima dukungan dari negara-negara Barat dan Teluk hingga mereka menarik dukungan pada 2018.

Akan tetapi, para milisi FSA tetap berada di wilayah tersebut setelah kesepakatan rekonsiliasi di mana mereka menyerahkan senjata berat tetapi diizinkan untuk menyimpan senjata ringan.

Baca juga: Teroris JAD Dan MIT Berkoalisi, Diciduk Densus Sebelum Kembali Berbaiat ke ISIS

Juru bicara ISIS mengatakan, Abu al-Hussein al-Husseini al-Quraishi merupakan pemimpin baru ISIS.

Juru bicara itu mengonfirmasi bahwa Quraishi tewas saat “memerangi musuh Tuhan”. Namun, dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Abu al-Hussein al-Husseini al-Quraishi terpilih sebagai pemimpin baru ISIS setelah pemimpin sebelumnya, Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi, tewas di tangan pasukan AS. (*)

( Tribunpekanbaru.com )

Baca juga: Intelijen Rusia Bongkar Operasi Amerika, Kerahkan Teroris Isis ke Perang Ukraina, Dilatih di Suriah

Baca juga: Film The Lady of Heaven Ditentang Negara Islam Karena Ngaco dan Dikait-kaitkan Dengan ISIS

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved