Breaking News:

Benny Wenda Berpidato di Oxford Town Hall, Peringati Papua Barat Merdeka

Pentolan KKB Papua yang mengaku sebagai Presiden Sementara Papua Barat , Benny Wenda berpidato di Oxford Town Hall peringati kemerdekaan Papua Barat

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
ULMWP
Benny Wenda Berpidato di Oxford Town Hall, Peringati Papua Barat Merdeka 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pentolan KKB Papua yang mengaku sebagai Presiden Sementara Papua Barat , Benny Wenda berpidato di Oxford Town Hall peringati kemerdekaan Papua Barat .

Dalam pidatonya, pentolan KKB Papua , Benny Wenda berbicara tentang banyak hal, mulai dari pengibaran bendera Bintang Kejora hingga penjajahan Indonesia di Papua Barat .

Selain itu, pentolan KKB Papua , Benny Wenda juga memaparkan tentang perjuangan kemerdekaan Papua Barat .

Berikut adalah pidato pentolan KKB Papua , Benny Wenda di Oxford Town Hall pada 1 Desember 2022 :

Pada hari ini, saat kami mengibarkan Bintang Kejora di atas Balai Kota Oxford, kami mengingat semua orang Papua Barat yang telah dibunuh, dipenjara, ditangkap karena mengibarkan bendera kami.

Kami mengenang Filep Karma, pahlawan perjuangan kami. Filep menghabiskan sebelas tahun di penjara karena mengibarkan bendera kami.

Kita juga ingat Zode Hilapok, salah satu dari delapan mahasiswa Papua yang ditangkap 1 Desember lalu karena mengibarkan bendera Bintang Kejora. Hilapok meninggal pada bulan Oktober.

Saya ingin Anda semua bergabung dengan saya dalam keheningan satu menit untuk semua pengibar bendera dan orang Papua Barat lainnya yang telah meninggal selama setahun terakhir.

Tanggal 1 Desember adalah hari lahirnya bangsa Papua Barat.

Pada hari ini di tahun 1961, Dewan Nugini mengibarkan bendera Bintang Kejora untuk pertama kalinya, melambangkan permulaan negara Pasifik baru.

Tapi hanya dua tahun kemudian, negara kami dirampas dari kami, saat Indonesia mengumumkan invasi mereka.

Apa yang terjadi selanjutnya adalah enam dekade genosida, kolonial, pendudukan militer.

Orang Papua Barat selalu menentang pendudukan Indonesia, mulai dari penciptaan perjuangan kemerdekaan, hingga musim semi Papua pada tahun 1999 dan pemberontakan pada tahun 2019.

Dalam semangat perlawanan berkelanjutan terhadap kolonialisme ini, kami memperingati dua tahun Pemerintahan Sementara kami.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved