Breaking News:

Difitnah Islamisasi, Tokoh Muslim India: Kami Menabur Benih di Lahan Subur

Muslim dituding melakukan Islamisasi untuk meningkatkan populasi di India. Namun, hal itu dibantah oleh tokoh Muslim

Cature Twitter @Saurabh_Unmute
Difitnah Islamisasi, Tokoh Muslim India: Kami Menabur Benih di Lahan Subur 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Meningkatnya populasi Muslim di India menuai kecurigaan dari kelompok ektremis Hindu di negri Bollywood itu. 

Para elit ektremis Hindu yang berafiliasi dengan penguasa menuding jika Muslim India telah melakukan "Jihad Cinta" atau Islamisasi dengan jalur pernikahan untuk mendongkrak populasi Muslim di India.

Organisasi ekstremis Hindu kerap melakukan razia terhadap pasangan kekasih Hindu-Muslim.

Mereka akan menganiaya Muslim jika ketahuan berpacaran bahkan menikah dengan warga Hindu. 

Gerah dengan tudingan kelompok ektremis Hindu, tokoh Muslim India Badruddin Ajmal mengklarifikasi soal penyebab naiknya populasi Muslim di India.

Menurut ketua Front Demokrasi Seluruh India (AIUDF) itu, populasi Muslim di India meningkat lantaran umat Muslim di India menikah muda.

"Muslim menikahkan anak laki-laki mereka pada usia muda 20-22 tahun dan anak perempuan mereka pada usia 18-20 tahun," ujar Badruddin Ajmal, Jumat (2/12/2022) dilansir dari India Today.

Badruddin Ajmal pun meminta kelompok ekstremis Hindu untuk meniru formula Muslim India jika ingin populasi mereka meningkat.

Sebaliknya, kelompok Hindu India memiliki satu, dua atau tiga istri ilegal sebelum menikah.

"Mereka tidak melahirkan anak agar bisa bersenang-senang dan bisa menghemat uang,” kata Badruddin Ajmal.

Dalam kasus lainnya, umat Hindu menikah setelah berusia 40 tahun.

Mereka menikah setelah didesak dan ditekan keluarga dan orangtua.

"Jadi, bagaimana seseorang bisa berharap bahwa mereka akan melahirkan anak setelah usia 40 tahun? Jika Anda menabur di tanah yang subur, barulah Anda akan menghasilkan panen yang baik. Maka akan ada pertumbuhan.”

“Mereka (Hindu) juga harus mengikuti rumus Muslim dan menikahkan anak laki-laki mereka di usia muda 20-22 tahun dan anak perempuan mereka di usia 18-20 tahun. Lalu lihat berapa banyak anak yang lahir” ujarnya.

Pernyataan itu menangapi komenter dari Ketua Menteri Assam Himanta Biswa Sarma yang merespon munculnya "Jihad Cinta" memicu kekerasan.

"Kepala menteri adalah salah satu pemimpin tertinggi negara saat ini. Jadi, siapa yang menghentikannya? Anda juga melakukan empat sampai lima 'Jihad Cinta' dan mengambil gadis-gadis Muslim kami. Kami akan menyambutnya dan bahkan tidak akan melawan,” kata Ajmal.

( TRIBUNPEKANBARU.COM )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved