Breaking News:

Bahas Kesehatan Kerja Bagi Karyawan, Awal Bros Gelar Sharing Session dengan BPJS Ketenagakerjaan

Kepala Cabang BPJAMSOSTEK Cabang Pekanbaru, Uus Supriyadi mengatakan Persoalan administrasi menjadi masalah dihadapi pasien saat penanganan kecelakaan

Penulis: Alex | Editor: Rinal Maradjo
Tribunpekanbaru.com
Foto kegiatan Gathering dan Sharing Session RS Awal Bros bersama Badan Usaha Rekanan - BPJS Ketenagakerjaan bertemakan Kesehatan Kerja Bagi Karyawan, di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (1/12/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Persoalan administrasi seringkali dihadapi oleh pasien BPJAMSOSTEK saat membutuhkan penanganan kecelakaan kerja. Hal tersebut menjadi salah satu konsen pihak BPJAMSOSTEK untuk menimalisir hal itu terus terjadi.

Kepala Cabang BPJAMSOSTEK Cabang Pekanbaru Kota, Uus Supriyadi mengatakan, persoalan tersebut seringkali muncul diproses administrasi antara pihak rumah sakit dan juga perusahaan tempat pekerja bernaung.

"Oleh karena itu, hari ini kita coba membahas persoalan yang sering muncul agar dapat kita minimalisir. Silahkan sampaikan semuanya kepada kami. Kami yakin persoalan akan selalu muncul, tapi bagaimana potensi masalah yang timbul dapat terus kita tekan, sehingga masalah yang sama tidak terus berulang," kata Uus dalam kegiatan Gathering dan Sharing Session RS Awal Bros bersama Badan Usaha Rekanan - BPJS Ketenagakerjaan bertemakan Kesehatan Kerja Bagi Karyawan, di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (1/12/2022).

Uus juga mengatakan, BPJAMSOSTEK akan memasuki usia 45 tahun pada 5 Desember ini. Dalam momen HUT kali ini, pihaknya aka berupaya bagaimana semua bisa bersinergi bersama.

"Karena itu, kami juga harapkan saran, kritik dan masukan, sehingga bisa kita carikan solusi bersama ketika ada persoalan. Tentunya cukup banyak masalah tenaga kerja di tempat kerja masing-masing, karena itu kami harap kerjasamanya. Kami juga harapkan mitra usaha yang ada di masing-masing tempat kerja bapak ibu, banyak biasanya vendor-vendor di rumah sakit, bagaimana kita mendorong dan mendaftarkan semua pekerjanya. Jangan sampai muncul ketimpangan sosial, ketika ada yang mendapatkan santunan berbeda dengan pekerja lainnya," paparnya.

Sementara itu, Direktur RS Awal Bros Panam dr Mutiara Arcan MARS, mengatakan, masing-masing pihak tentunya berupaya untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja, namun demikian, ketika hal itu terjadi, maka penanganan yang optimal harus didapatkan oleh pasien pekerja.

"Kita terus berupaya menimalisir risiko, tapi ketika terjadi, kita berupaya untuk melakukan penanganan dengan cepat dan tepat," imbuhnya.

Untuk memberikan pelayanan optimal kepada pasien pekerja, pihaknya juga memaksimalkan peralatan medis sekaligus tenaga medis khusus yang ditempatkan di ruang perawatan khusus untuk pasien pekerja.

"Kami terus berupaya melengkapi peralatan, selain itu, kami juga punya pendamping atau PIC khusus sehingga perawatan pasien bisa lebih fokus. Ruang perawatan, kami punya ruangan khusus untuk perawatan kecelakaan kerja, dan menempatkan tenaga perawat yang memiliki skil dan potensi khusus bisa lebih intens ada di ruangan. Kita juga punya dokter spesialis, sehingga bisa memberikan rekomendasi tindaklajut. Tidak hanya itu, kami juga menggunakan teknologi terbaru, salah satunya penggunaan robotic dalam pengobatan," tuturnya.

Sebelum kegiatan sharing dimulai, Direktur RS Awal Bros Pekanbaru dr Jimmy Kurniawan MKes juga menerangkan tentang layanan yang ada di Rumah Sakit Awal Bros secara menyeluruh, baik yang sudah ada sebelumnya mau pun yang baru.

Ada pun narasumber dalam kegiatan itu di antaranya adalah, Kepala Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekanbaru, Dodi Pramana, Dokter Spesialis Kedokteran Okupansi, dr Reny Mulyani MKK Sp Ok, Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, dr Jansen Sp OT.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved