Breaking News:

Israel Renggut 10 Nyawa Warga Palestina Hanya Dalam Waktu 72 Jam

Saat pemuda Pelatina yang bernama Ammar Mefleh mencoba melarikan diri, tentara Israel menembaknya dari jarak dekat hingga tewas.

HAZEM BADER / AFP
Israel Renggut 10 Nyawa Warga Palestina Hanya Dalam Waktu 72 Jam 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pelan namun perlahan, tentara Israel masih melakukan genosida di wilayah Palestina yang dicaplok.

Hanya dalam waktu 72 jam, sepuluh nyawa warga Palestina melayang di Tepi Barat, wilayah yang diduduki paksa Israel.

Diplomat top Uni Eropa Josep Borrell mengutuk penembakan langsung terhadap seorang pemuda Palestina oleh seorang tentara Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Kecaman itu muncul ketika insiden mematikan dari Jumat pagi memicu kemarahan yang meluas dan seruan untuk penyelidikan.

Aktivis Palestina membagikan video di media sosial tentang seorang tentara Israel berkelahi dengan seorang pemuda di kota Huwara, selatan kota Nablus.

Saat pemuda Pelatina yang bernama Ammar Mefleh mencoba melarikan diri, tentara Israel menembaknya dari jarak dekat hingga tewas.

"Pembunuhan seorang warga Palestina berusia 22 tahun pada hari Jumat oleh pasukan keamanan Israel adalah contoh terbaru dari peningkatan kekerasan baru-baru ini," kata Borrell dalam sebuah pernyataan.

Kemudian pada hari itu, Uni Eropa mengutuk penggunaan kekuatan mematikan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat, mengutip bahwa 10 warga Palestina dibunuh oleh pasukan Israel hanya dalam 72 jam.

Uni Eropa mengatakan bahwa 2022 adalah "tahun paling mematikan sejak 2006, dengan 140 warga Palestina tewas" oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.

Borrell menyerukan penyelidikan atas insiden yang terjadi di Tepi Barat.

"Mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sepenuhnya," tambahnya.

Kementerian Luar Negeri Turki pada hari Sabtu juga mengutuk keras "eksekusi singkat" dan meningkatnya kekerasan dan korban sipil baru-baru ini di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.

"Kami menyerukan kepada otoritas Israel untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah eskalasi ketegangan lebih lanjut dan hilangnya nyawa di wilayah tersebut," bunyi pernyataan kementerian tersebut.

"Kami berharap belas kasihan Allah atas saudara dan saudari Palestina kami yang kehilangan nyawa dalam insiden itu dan menyampaikan belasungkawa kami kepada Negara Palestina dan rakyatnya," tambahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved