Breaking News:

Perang Rusia vs Ukraina

Ukraina Ngadu ke AS usai Diserang Rusia , Minta Bantuan Senjata Baru untuk Militer

Usai diserang Rusia , Ukraina langsung ngadu ke Amerika Serikat . Ukraina minta bantuan senjata perang untuk militer mereka

Editor: Budi Rahmat
AFP
Ukraina ngadu ke AS usai diserang Rusia. Minta bantuan senjata baru 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Lagi Ukraina mengadu ke Amerika Serikat soal serangan militer Rusia .

Ukraina kemudian berharap bisa mendapat bantuan dari AS soal senjata perang yang harus diberikan .

Terutama senjata untuk pertahanan serangan udara . Sejauh ini AS memang begitu responsif pada kondisi Ukraina .

Baca juga: Belasan Ribu Tentara Ukraina Dilatih di Polandia , Uni Eropa juga Beri Bantuan Berbagai Peralatan

Beberapakali bantuan diberikan AS untuk memperkuat militer Ukraina dalam menghadapi Rusia

Tentu saja Ukraina juga berulangkali menyampaikan apa yang mereka harapkan dari negara Joe Biden tersebut .

Terbaru Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Valery Zaluzhnyi, memberi tahu Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Mark Milley, melalui telepon tentang situasi di garis depan dan menyuarakan permintaan bantuan militer yang dibutuhkan Ukraina .

Zaluzhny mengumumkan ini di Facebook pada malam tanggal 3 Desember.

"Saya berterima kasih atas upaya signifikan yang dilakukan Jenderal Milli secara pribadi, Menteri Pertahanan Austin, dan Presiden Biden untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata Ukraina dalam menangkis agresi Rusia skala penuh.

Baca juga: Perang di Ukraina Memburuk, Rusia Tuding AS Jadi Kompor Gasnya

Dia membagikan penilaiannya tentang situasi di garis depan dan risiko keamanan yang ditimbulkan oleh serangan rudal besar-besaran Rusia.

Dia merinci permintaan kami untuk senjata dan peralatan, sistem pertahanan anti-pesawat dan anti-rudal.

Dia meyakinkan bahwa, terlepas dari kondisi permusuhan yang sulit, kami akan melanjutkan perjuangan menuju Kemenangan," tulis Zaluzhny.


Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken sebelumnya menekankan dalam sebuah wawancara dengan CNN bahwa Amerika Serikat sekarang "sangat fokus" pada sistem pertahanan udara untuk Ukraina.

"Dan bukan hanya kami - banyak negara lain. Dan kami bekerja untuk memastikan bahwa Ukraina mendapatkan sistem ini secepat mungkin, tetapi juga seefisien mungkin, memastikan bahwa mereka terlatih untuk menggunakannya, memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memeliharanya. Dan semua ini harus bersatu," katanya.

Baca juga: Inilah Senjata Canggih buatan AS yang bikin Pertahanan Udara Ukraina Semakin Kuat Hadapi Rusia

Selain itu, Blinken mengatakan bahwa NATO sedang mempertimbangkan kemungkinan berinvestasi dalam produksi sistem senjata era Soviet yang digunakan oleh tentara Ukraina.

Kementerian Pertahanan AS mengumumkan pada 30 November bahwa perusahaan Amerika Raytheon Co. menerima kontrak untuk produksi sistem rudal permukaan-ke-udara NASAMS untuk Ukraina.

Jumlah kontrak melebihi $1,21 miliar "untuk pengadaan sistem rudal anti-pesawat canggih nasional, peralatan terkait, layanan, dan suku cadang" sebagai bagian dari "Inisiatif Promosi Keamanan Ukraina" pada tahun 2023.

Pada awal November, Pentagon mengumumkan bahwa dua sistem pertahanan udara NASAMS sudah ada di Ukraina , dan militer Ukraina baru saja menyelesaikan pelatihan untuk mengoperasikan sistem tersebut di Eropa.(*)

( Tribunpekanbaru.com / Budi R )

Baca juga: Kehabisan Senjata Tua, Menhan Rusia Usulkan Generasi Baru Untuk Habisi Ukraina

Baca juga: Paus Dikecam Usai Sebut Tentara Rusia yang Non Kristen Lebih Kejam di Ukraina

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved