Breaking News:

KPK Tahan Victor Sitorus, Tersangka Korupsi Proyek Jalan Lingkar Pulau Bengkalis

KPK menahan mantan Wakil Presiden PT Wasco, Victor Sitorus. Ia ditetapkan jadi tersangka korupsi dalam proyek Jalan Lingkar Pulau Bengkalis

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Rinal Maradjo
KPK
Victor Sitorus ditahan dan ditetapkan jadi tersangka oleh KPK dalam korupsi pembangunan Jalan Lingkar Bengkalis pada Senin (5/1/2022) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menahan mantan Wakil Presiden PT Widya Sapta Colas (Wasco), Victor Sitorus.

Pria yang menjabat Wakil Presiden PT Wasco periode 2013-2015 ini, merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek multiyears peningkatan jalan lingkar Pulau Bengkalis tahun anggaran 2013 - 2015.

"Dalam rangka kebutuhan proses penyidikan, Tim Penyidik menahan Tsk VS (Victor Sitorus, red) untuk 20 hari pertama
terhitung mulai 5 Desember 2022 sampai dengan 24 Desember 2022 di Rutan pada Kavling C1 gedung ACLC," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribunpekanbaru.com, Senin (5/12/2022) malam.

Ali Fikri mengungkapkan, proyek pekerjaan pembangunan jalan lingkar barat Duri, Bengkalis pada Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Bengkalis dengan anggaran sebesar Rp284,5 miliar, bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2012 dan APBD Tahun Anggaran 2013.

Tersangka Victor Sitorus selaku Wakil Presiden PT WASCO periode 2013-2015, melakukan upaya pendekatan melalui orang kepercayaan dari Herliyan Saleh yang saat itu menjabat Bupati Bengkalis.

Upaya pendekatan tersebut dilakukan diantaranya agar Herliyan Saleh bisa mendorong dan meyakinkan beberapa anggota DPRD Kabupaten Bengkalis periode periode 2009 sampai dengan 2014, dapat segera menyetujui dan mengesahkan APBD Tahun Anggaran 2012 dan APBD Tahun Anggaran 2013.

Karena di dalamnya tercantum penganggaran 6 paket pekerjaan jalan di Kabupaten Bengkalis yang salah satunya adalah proyek pekerjaan pembangunan jalan lingkar barat Duri, Bengkalis.

Ketika proses lelang proyek pekerjaan pembangunan jalan lingkar barat Duri, Bengkalis sedang berlangsung, tersangka Victor Sitorus kembali menemui orang kepercayaan Herliyan Saleh dan diduga memberikan uang sejumlah sekitar Rp1 miliar supaya Herliyan Saleh dapat memerintahkan M Nasir, selaku Kepala Dinas PU Bengkalis saat itu yang juga merangkap PPK, untuk bisa mengkondisikan agar perusahaan Victor Sitorus dimenangkan.

"Setelah perusahaan tersangka VS (Victor Sitorus,red) dimenangkan dan proyek pekerjaan terlaksana, diduga saat dilakukan proses evaluasi terkait realisasi progres pekerjaan maupun volume item pekerjaan ditemukan adanya ketidak sesuaian dengan isi kontrak sebagaimana realisasi seharusnya dari pelaksanaan proyek," sebut Ali Fikri.

Selain itu tersangka Victor Sitorus juga diduga memiliki peran dalam menyetujui pengeluaran sejumlah uang untuk diberikan ke beberapa pihak, di antaranya kepada PPTK, staf bagian keuangan Dinas PU, dan staf bagian keuangan Setda Pemkab Bengkalis agar pengurusan termin pembayaran dapat dibayarkan tepat waktu, padahal progres pekerjaan tidak terpenuhi.

Perbuatan tersangka melanggar ketentuan diantaranya Pasal 118 ayat (1), 118 ayat (6) Perpres 54/2010 beserta perubahannya.

"Akibat perbuatan tersangka, diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sejumlah sekitar Rp152 miliar dari nilai proyek sebesar Rp284,5 miliar," papar Ali Fikri.

Ia menambahkan, tim penyidik saat ini juga masih terus melakukan penelusuran dan pendalaman terkait adanya aliran sejumlah uang ke berbagai pihak lainnya.

Atas perbuatannya tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UndangUndang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved