Breaking News:

Berita Pelalawan

Rekrut 350 Tenaga Kerja Bersihkan Drainase, DLH Pelalawan Terapkan Pola Padat Karya di 2 Kecamatan

Sebanyak 350 orang tenaga kerja telah direkrut dalam program ini yang tujuannya untuk pembersihan drainase di dua kecamatan tersebut.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Dok DLH Pelalawan
Program padat karya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan untuk pembersihan drainase di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Selain bentuk upaya pengendalian inflasi daerah, juga sebagai pengendalian banjir. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan menerapkan pola padat karya kepada masyarakat di Kecamatan Pangkalan Kerinci dan Kuala Kampar hingga akhir Bulan Desember 2022 mendatang.

Sebanyak 350 orang tenaga kerja telah direkrut dalam program ini yang tujuannya untuk pembersihan drainase di dua kecamatan tersebut.

Kecamatan Pangkalan Kerinci mendapatkan porsi yang lebih besar karena memiliki wilayah yang lebih luas dan drainase lebih banyak.

Program ini telah berjalan sejak 24 November lalu dan akan berlangsung sampai 23 Desember mendatang.

"Tenaga kerja yang direkrut dari masyarakat langsung di setiap kelurahan yang ingin bekerja untuk membersihkan dainase ataupun parit. Ini program dari pak bupati yang diturunkan dari pusat," ungkap Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (6/12/2022).

Eko Novitra menerangkan, program ini berawal ketika pusat memerintahkan Pemda untuk mengalokasikan anggaran untuk upaya pengendalian inflasi daerah akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kemudian dirumuskan program dan anggarannya dialokasikan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk DLH.

Untuk DLH dibebankan program padat karya dengan merekrut tenaga kerja dari masyarakat yang terdampak inflasi akibat kenaikan BBM beberapa waktu lalu.

Selanjutnya diputuskan program padat karya untuk membersihkan drainase di Kecamatan Pangkalan Kerinci dan Kuala Kampar.

DLH menyurati camat dan lurah untuk menjaring warga yang mau bekerja pembersihan parit dengan gaji Rp 150 ribu per hari dengan teknis pekerjaan yang sudah disusun.

Ternyata respon dari masyarakat baik dan banyak yang mendaftar di Kelurahan Kerinci Kota, Kerinci Timur, dan Kerinci Barat di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Sedangkan di Kuala Kampar fokus di Kelurahan Teluk Dalam.

"Awalnya kita minta tenaga kerja laki-laki, ternyata yang banyak mendaftar perempuan atau ibu-ibu. Karena mereka bersedia dengan beban kerjanya, tak masalah. Sudah berjalan hampir dua Minggu," tambah Eko Novitra.

Eko merincikan, tenaga kerja yang direkrut dan telah berjalan yakni di Kelurahan Kerinci Kota ada 108 orang untuk pembersihan drainase di 11 lokasi, Kelurahan Kerinci ada 140 orang dengan pekerjaan di tujuh titik parit, dan Kerinci Barat mencapai 60 orang dengan lokasi pembersihan di enam lokasi.

Sementara di Kelurahan Teluk Dalam Kuala Kampar sebanyak 42 pekerja untuk membersihkan drainase di sekitar kelurahan tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved