Breaking News:

Harga TBS Sawit Riau

Harga CPO dan Kernel Perusahaan Sumber Data Picu Naiknya Harga TBS Riau Jadi Rp 2.805,29 Per Kg

Pekan ini harga TBS sawit Riau kembali naik di seluruh kelompok umur, terpengaruh harga CPO dan kernel.

Penulis: Rino Syahril | Editor: Ariestia
Istimewa
Sawit 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pekan ini harga TBS sawit Riau kembali naik di seluruh kelompok umur. Faktornya adalah terjadinya kenaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit harga jual CPO dan Kernel dari perusahaan yang menjadi sumber data di Riau.

Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli didampingi Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi mengatakan mengatakan, kenaikan tertinggi dialami kelompok umur 10 tahun sampai 20 tahun naiknya sekitar Rp 43,05 per kilogram dan harganya pekan ini menjadi Rp 2.805,29 per kilogram.

"Hal ini tentunya menjadi kabar yang menggembirakan bagi petani sawit khususnya petani plasma," ujar Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (7/12/2022).

Dijelaskannya, faktor penyebab naiknya harga TBS periode ini karena terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel dari perusahaan yang menjadi sumber data. Walaupun indeks K yang dipakai masih sama dengan indeks K periode minggu lalu yaitu 92,64 persen, dan indeks K berlaku untuk 1 bulan kedepan, harga penjualan CPO minggu ini naik sebesar Rp 215,77 dari minggu lalu.

"PTPN V Sei Buatan menjual CPO dengan harga Rp 12.463,33 per kilogram dan mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 138,90 per kilogram dari harga minggu lalu. PTPN V Sei Tapung menjual CPO dengan harga Rp 12.463,33 per kilogram dan mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 138,90 per kilogram dari harga minggu lalu. PT. Buana Wiralestari Mas menjual CPO dengan harga Rp 12.551,00 per kilogram dan mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 411,00 per kilogram dari harga minggu lalu. PT. Ramajaya Pramukti menjual CPO dengan harga Rp 12.551,00 per kilogram dan mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 411,00 per kilogram dari harga minggu lalu. PT. Meganusa Intisawit menjual CPO dengan harga Rp 12.248,53 per kilogram dan mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 413,83 per kilogram dari harga minggu lalu.

Kemudian, PT. Eka Dura Indonesia menjual CPO dengan harga Rp 12.426,00 per kilogram dan mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 476,00 per kilogram dari harga minggu lalu. PT. Kimia Tirta Utama menjual CPO dengan harga Rp 12.426,00 per kilogram minggu ini. PT. Inti Indosawit Subur PMKS Ukui Dua (PUD) menjual CPO dengan harga Rp 12.316,00 per kilogram dan mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 176,00 per kilogram dari harga minggu lalu dan PT. Inti Indosawit Subur PMKS Buatan Dua (PBD) menjual CPO dengan harga Rp 12.237,08 per kilogram dan mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 50,41 per kilogram dari harga minggu lalu," ucapnya.

Selanjutnya, PT. Rigunas Agri Utama PMKS Peranap (PPN) menjual CPO dengan harga Rp 11.398,00 per kilogram minggu ini. PT. Inti Indosawit Subur PMKS Ukui Satu (PUS), PT. Inti Indosawit Subur PMKS Buatan Satu (PBS), PT. Sari Lembah Subur, PT. Musim Mas Batang Kulim Palm Oil Mill dan PT. Musim Mas Pangkalan Lesung Palm Oil Mill tidak melakukan penjualan pada minggu ini.

Sedangkan untuk harga jual Kernel kata Zulfadli lagi, PT. Sari Lembah Subur menjual Kernel dengan harga Rp 5.882,88 per kilogram dan mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 117,11 per kilogram dari harga minggu lalu. PT. Rigunas Agri Utama PMKS Peranap (PPN) menjual Kernel dengan harga Rp 5.542,00 per kilogram dan mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 184,00 per kilogram dari harga minggu lalu.

"Untuk PTPN V Sei Buatan, PTPN V Sei Tapung, PT. Buana Wiralestari Mas, PT. Ramajaya Pramukti, PT. Meganusa Intisawit, PT. Eka Dura Indonesia, PT. Kimia Tirta Utama, PT. Inti Indosawit Subur PMKS Ukui Satu (PUS), PT. Inti Indosawit Subur PMKS Ukui Dua (PUD), PT. Inti Indosawit Subur PMKS Buatan Satu (PBS), PT. Inti Indosawit Subur PMKS Buatan Dua (PBD), PT. Musim Mas Batang Kulim Palm Oil Mill dan PT. Musim Mas Pangkalan Lesung Palm Oil Mill tidak melakukan penjualan pada minggu ini," papar Zulfadli. ( Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

Beberapa minggu ini tambah Zulfadli, harga TBS yang ditetapkan oleh tim mengalami kenaikan. Kenaikan harga minggu ini disebabkan karena faktor kenaikan harga CPO, kernel dan sistem tata kelola penetapan harga TBS Provinsi Riau yang semakin membaik.

"Membaiknya tata kelola penetapan harga merupakan upaya yang serius dari seluruh stake holder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," ucapnya. ( Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved