Breaking News:

Kubu Kuat Maruf Laporkan Hakim Wahyu Iman Santoso, Begini Respon PN Jaksel

Kubu Kuat Maruf melaporkan Hakim Wahyu Iman Santoso ke Komisi Yudisial, begini respon pihak pengadilan negeri Jaksel

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Terdakwa Kuat Maruf menjalani sidang perdana terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022) malam. Terdakwa Kuat Ma'ruf menyampaikan permintaan maaf pada keluarga Brigadir J di PN Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2022). . TRIBUNNEWS/JEPRIMA 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pihak Kuat Maruf terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J melaporkan Hakim Wahyu Iman Santoso ke Komisi Yudisial (KY) dan Bawas Mahkamah Agung (MA).

Hal itu dilakukan lantaran pihak kuasa hukum Kuat Maruf tak terima sama sikap hakim Wahyu Iman Santoso.

Setelah adanya laporan kubu terdakwa Kuat Maruf terhadap Hakim Wahyu Iman Santoso, kini Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memberikan respon.

Laporan tersebut dinilai bukan sesuatu yang luar biasa oleh pejabat Humas PN Jakarta Selatan, Djuyamto.

"Saya kira tidak menjadi hal yang luar biasa," kata Djuyamto kepada wartawan, Kamis (8/12/2022).

Menurut Djuyamto, laporan itu merupakan hak dari pihak yang berperkara.

"Itu menjadi hak para pihak berperkara untuk menyikapi apa yang dilakukan Hakim dalam melakukan tupoksinya. Termasuk menyampaikan laporan ke KY maupun ke Bawas," ujar dia.

Sebelumnya, kuasa hukum Kuat Maruf, Irwan Irawan, mengatakan pihaknya melaporkan Hakim Wahyu karena dinilai tendensius saat memimpin persidangan.

"Kaitannya dengan kode etik karena dalam beberapa persidangan pemeriksaan saksi banyak kalimat-kalimat Ketua Majelis yang sangat tendensius kami lihat," ucap Irwan. 
 
Contohnya sambung dia, ketika menyebut Kuat Maruf konsisten berbohong saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Ricky Rizal dan Richard Eliezer atau Bharada E.

Ia menambahkan, Hakim juga menyampaikan hal serupa ketika pemeriksaan saksi asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Diryanto alias Kodir.

"Seperti disampaikan ke Kuat misalnya ketika diperiksa sebagai saksi disampaikan bahwa kamu konsisten berbohong, kemudian pada saat Kodir diperiksa ini settingan semua," tutur Irwan.

Menurutnya, semua keterangan saksi perlu diuji dan Hakim tidak dapat menyimpulkan di awal.

"Kesimpulan-kesimpulan seperti itu yang menurut kami tidak pada tempatnya disampaikan Majelis dalam pemeriksaan saksi," ucap Irwan.

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved