Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Anggota DPRD Pekanbaru Ingatkan Pemko Jelang Nataru, Hal Ini Wajib Dilaksanakan, Jangan Cuma Imbauan

Kalangan DPRD Pekanbaru terus mengingatkan Pemko Pekanbaru dan segera mengambil langkah preventif.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
Kalangan DPRD Pekanbaru terus mengingatkan Pemko Pekanbaru dan segera mengambil langkah preventif. FOTO: Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Demi menjaga suasana stabilitas ketersediaan bahan kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), kalangan DPRD Pekanbaru terus mengingatkan Pemko Pekanbaru. Terutama menjaga stabilitas harga, dan segera mengambil langkah preventif.

Sebab diakui jelang Nataru 2022 ini, permintaan masyarakat akan kebutuhan pokok cenderung meningkat.

Tingginya permintaan biasanya akan berimbas pada lonjakan harga barang di pasaran. Guna mengantisipasi kondisi tersebut, Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi ST meminta Pemko untuk lekas mengambil langkah prefentif.

Tidak hanya itu, dirinya mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) , intens melakukan pamantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru.

"Cara menekan harga sembako agar tidak terus melonjak dan menghindari adanya oknum-oknum yang melakukan aksi penimbunan dan permainan harga, TPID kita minta action nyata. Tidak hanya sekadar imbauan," pinta Sabarudi kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (11/12/2022).

Diakuinya, sebelum terjadi gejolak yang besar di pasaran, TPID harus segera mengantisipasinya. Tidak hanya di pasar tradisional maupun pasar semimodern.

Meski saat ini stok sembako belum terlalu langka, seperti beras, gula pasir, daging, cabai, bawang dan lainnya, namun langkah antisipasi harus dilakukan, demi menjaga stabilitas harga.

"Kami sarankan juga, lakukan Sidak. Tapi jangan pelepas tanya Sidaknya. Sidak itu akan berpengaruh jika dampaknya dirasakan masyarakat langsung," harapnya.

"Bukan ketika Sidak harga bahan pokok di pasar turun, terus sudah. Tapi harus terus dipantau, jangan ketika tidak ada sidak, harga-harga justru naik lagi. Ini yang kami maksudkan harus konsisten Sidaknya,” tegasnya.

Politisi PKS ini juga menyampaikan, fenomena lonjakan harga kebutuhan pokok, sering terjadi jelang perayaan keagamaan, karena adanya dugaan permainan harga oleh distributor.

Kondisi ini yang membuat para pedagang ikut menaikan harga kebutuhan di pasaran, dan sangat berdampak kepada masyarakat sebagai konsumen. ( Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved