Breaking News:

Massa Tolak Eksekusi Lahan di Siak

Ahli Hukum Pidana Forensik Sebut Constatering dan Eksekusi Lahan di Siak akan Timbulkan Konflik Baru

Ahli Hukum Pidana Forensik, Dr Robintan Sulaiman SH MH MA MM CLA secara independen mengatakan constatering dan eksekusi lahan bisa dilakukan

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Ahli Hukum Pidana Forensik, Dr Robintan Sulaiman SH MH MA MM CLA menanggapi pelaksanaan constatering dan eksekusi lahan di Kampung Dayun, Siak Riau 

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pelaksanaan constatering dan eksekusi lahan di kampung Dayun, kecamatan Dayun, Kabupaten Siak Riau menimbulkan kegaduhan.

Selama pelaksanan constatering dan eksekusi lahan, Senin (12/12/2022) warga umum tidak bisa lewat jalan jalur dua Siak-Dayun.

Selain itu, massa yang tergabung ke dalam aksi penolakan bentrok dengan aparat kepolisian. Sejumlah orang dari massa mendapat perlakuan kasar dan ditangkap polisi.

Pelaksanaan constatering dan eksekusi lahan tersebut merujuk pada keputusan PN Siak sesuai Putusan Nomor : 04/Pdt.eks-pts/2016.

Ahli Hukum Pidana Forensik, Dr Robintan Sulaiman SH MH MA MM CLA secara independen mengatakan constatering dan eksekusi lahan bisa dilakukan.

Alasannya Pengadilan Negeri (PN) Siak menjalankan karena putusan tersebut sudah inkracht.

"Constatering itu sangat dibutuhkan dalam proses eksekusi, mengapa? Constatering itu tidak bisa diterjemahkan pencocokan saja, secara dasar memang pencocokan. Apa yang dicocokkan? Ada luas wilayah, utara, selatan, barat, timur berbatas dengan siapa, sehingga clear,” kata Robinton, Senin (12/12/2022).

Ia menambahkan, seharusnya juga diperiksa apakah pada wilayah atau sasaran eksekusi itu ada hak-hak.

Misalnya pemerintah memberikan hak berupa sertifikat.

“Sertipikat itu adalah hak terkuat dan terpenuh," kata dia.

“Pertanyaannya? Boleh tidak dilakukan Constatering dan Eksekusi terhadap lahan yang di dalamnya masih terdapat SHM?,” tanyanya.

Jawabannya bisa-bisa saja, tetapi berpotensi menimbulkan masalah baru.

Terkait kepemilikan SHM meski berada di dalam objek eksekusi, tidak ada satu pihakpun yang bisa membatalkannya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved