Tak Ada Kata Libur Dalam Perang, Rusia Bombardir Ukraina Jelang Nataru
Selama Natal dan Tahun Baru, Rusia tidak memberikan cuti kepada tentaranya. Tidak ada kata libur dalam perang di Ukraina.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Rusia menolak menarik pasukannya dari Ukraina jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Rusia menyatakan jika tentaranya tetap siaga di wilayah Ukraina yang berhasil diduduki.
Hal itu membuat perayaan Natal dan Tahun Baru di Ukraina bak kuburan.
Tak ada gembar-gembor perayaan seperti tahun lalu.
Warga lebih mementingkan keselamatan mereka ketimbang merayakan Natal dan Tahun Baru.
Selama Natal dan Tahun Baru, Rusia tidak memberikan cuti kepada tentaranya.
Pada Rabu (14/12/2022), Kyiv mendapat serangan drone skala besar.
Dua gedung pemerintahan terkena serangan. Akan tetapi, sebagian besar drone tersebut berhasil dijatuhkan sistem pertahanan udara.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan, sebanyak 13 drone berhasil ditembak jatuh.
Di salah satu distrik di Kyiv, para penduduk mengaku mendengar deru mesin drone Shahed Iran diikuti oleh ledakan kuat di sebuah gedung di sebelah rumah mereka.
Ribuan telah terbunuh dan ribuan lainnya mengungsi, dan kota-kota menjadi puing-puing sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.
“Tidak ada ketenangan di garis depan,” kata Zelensky dalam pidato videonya Rabu malam.
Dia menggambarkan penghancuran kota-kota di timur oleh Rusia dengan artileri membuat wilayah tersebut bak reruntuhan dan kawah kosong.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menjawab pertanyaan wartawan mengenai gencatan senjata Natal.
“Tidak, tidak ada tawaran seperti itu yang diterima dari siapa pun. Topik ini tidak ada dalam agenda,” ucap Peskov.
Sebelumnya, Zelensky menyampaikan bahwa pasukan Rusia harus mulai mundur menjelang Natal sebagai langkah untuk mengakhiri konflik.
Akan tetapi, Moskwa menolak proposal tersebut, dengan mengatakan Ukraina harus menerima pencaplokan Rusia.
“Mengingat apa yang kita lihat di udara dan di darat di Ukraina, sulit untuk menyimpulkan bahwa perang ini akan berakhir pada akhir tahun,” kata Juru Bicara Keamanan Nasional AS John Kirby menanggapi pertanyaan tentang upaya perdamaian.
Dalam langkah yang secara signifikan akan meningkatkan pertahanan udara Ukraina, para pejabat AS mengatakan kepada Reuters pekan ini bahwa keputusan untuk menyediakan sistem rudal Patriot kepada militer Ukraina.
Kremlin mengatakan sistem rudal Patriot AS akan menjadi target yang sah dan memperingatkan bahwa Washington semakin dalam masuk ke dalam konflik di Ukraina.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/tentara-rusia-tak-libur-perang-selama-natal.jpg)