Breaking News:

Berita Pelalawan

Curah Hujan Terus Meningkat, BPBD Pelalawan Pastikan Belum Ada Laporan Banjir dan Longsor

Curah hujan di Kabupaten Pelalawan terus meningkat memasuki pekan keempat Desember tahun 2022.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Johannes Tanjung
Curah hujan di Kabupaten Pelalawan terus meningkat memasuki pekan keempat Desember tahun 2022. FOTO: Warga memancing di tepi Sungai Kerinci Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu. Debit air sungai kembali meninggal setelah diguyur hujan lebat sepanjang malam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Curah hujan di Kabupaten Pelalawan terus meningkat memasuki pekan keempat Desember tahun 2022. Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau kondisi cuaca yang semakin ekstrim.

Hujan turun hampir setiap hari dan terjadi meratap di hampir seluruh wilayah Pelalawan. Intensitasnya mulai sedang hingga lebat dan tak hanya pada malam hari saja. Hujan sudah kerap turun pada pagi, siang, maupun sore hari yang disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat karen potensi banjir dan longsor semakin besar.

"Curah hujan terus meningkat dan diperkirakan akan seperti ini sampai akhir tahun. Daerah rawan banjir terus kita pantau," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan, Musa S.Pd kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (18/12/2022).

Musa mengungkapkan, hujan lebat bercampur angin kencang dan petir bisa mengakibatkan pohon ataupun benda-benda yang ada di tepi jalan tumbang. Termasuk tanaman serta tiang listrik yang ada di sekitar pemukiman warga berpotensi roboh jika diterpa hujan badai. Warga diminta untuk mengantisipasi bencana ini dengan menebang pohon ataupun benda lain yang bisa menimpa rumah.

"Untuk mengantisipasi itu, warga harus menebang pohon yang ada di dekat rumahnya. Agar tidak menimbulkan bencana. Karen hujan bercampur angin saat ini," beber Musa.

Musa memastikan, sampai saat ini pihaknya belum ada menerima laporan banjir yang berdampak ke masyarakat dengan merendam rumah maupun fasilitas umum lainnya. Demikian juga dengan laporan longsor yang biasa terjadi di dataran tinggi ataupun jalan serta jembatan, masih nihil hingga pekan ketiga Bulan Desember ini.

"Sebenarnya banjir dan genangan air hanya bersifat sementara, karena curah hujan ditambah drainase yang tersumbat. Banjir tahunan yang biasa besar belum ada laporan," tegas Musa.

Dijelaskannya, Tinggi Muka Air (TMA) sungai-sungai besar di Pelalawan saat ini sifatnya turun naik karena curah hujan yang tinggi. Kondisi sungai yang fluktuatif ini menjadi faktor utama munculnya genangan air di sejumlah titik di Kecamatan Pangkalan Kerinci dan sekitarnya. Daerah yang rawan banjir menjadi wilayah yang terdampak pertama baik fasilitas umum maupun pemukiman warga.

Arus yang deras menganggu transportasi air yang digunakan oleh masyarakat termasuk para nelayan yang mencari ikan. Resiko yang ditimbulkan juga cukup fatal apabila tidak lihai mengikuti dan menaklukkan arus sungai. Pihaknya meminta agar para pemilik kapal mulai dari kapal penumpang, nelayan, pemancing, hingga pemilik transportasi air lainnya tetap berhati-hati dan waspada. Perlu meningkatkan pengaman dan sarana pendukung keselamatan dalam berlayar. ( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved