Breaking News:

Berita Riau

Politik Uang Masih Mengintai di Pemilu 2024, Ini Kata Politisi PPP Riau

Anggota DPRD Riau Husaimi Hamidi ingin ke depan masyarakat bisa cerdas dalam menentukan pilihan pada Pemilu 2024 agar tak tergiur politik uang

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
tribunpekanbaru/nasuha Nasution
Politisi dari PPP yang juga anggota DPRD Riau Husaimi Hamidi ingin ke depan masyarakat bisa cerdas dalam menentukan pilihan hingga tak tergiur politik uang pada Pemilu 2024. 

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tahapan Pemilu 2024 sudah bergulir. Terakhir, partai politik (Parpol) peserta Pemilu sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada tanggal 14 Desember lalu.

Politik uang masih membayangi setiap perhelatan Pemilu.

Menanggapi itu, Anggota DPRD Riau Husaimi Hamidi ingin ke depan masyarakat bisa cerdas dalam menentukan pilihan.

"Ekonomi masyarakat harus meningkat. Sehingga ketika ada pesta demokrasi suaranya tidak bisa dibeli," ujar Husaimi yang juga politisi dari PPP, Selasa (20/12/2022).

Ia mengatakan, sejak duduk sebagai anggota DPRD Riau berupaya agar ekonomi masyarakat khusus di dapilnya yakni Kabupaten Rohil dapat meningkat dengan cara memberikan bantuan berupa bibit tanaman, pompa air, alat pertanian dan lainnya yang dikemas dalam program Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Riau.

"Pada tahun ini saya berikan bantuan bibit jeruk kepada masyarakat, satu rumah 50 bibit, kalau berhasil nantinya tentunya dapat menjadi penghasilan bagi warga yang menerima bibit tersebut,"ujar Politisi PPP itu.

Husaimi juga telah memberikan bantuan pompa kepada para petani padi sebanyak lima unit.

Bantuan itu agar sawah masyarakat tidak lagi tergenang banjir. Sehingga, panen yang dihasilkan bisa maksimal.

"Kemudian dibuat parit atau tebing keliling sawah, sehingga bisa mencegah sawah warga kebanjiran karena air bisa dipompa keluar sawah,"ujarnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Riau ini menyebut, juga telah membantu traktor pembajak sawah dan traktor panen padi kepada Poktan yang ada di Rohil. Dengan adanya alat ini memudahkan para petani dalam mengelola sawah dan memanennya.

Menurutnya lebih bijak membantu masyarakat berupa alat-alat dan bibit agar ekonomi mapan dan demokrasi akan berjalan dengan bagus, untuk menjadikan demokrasi itu sehat, tidak ada politik uang ketika masyarakat ekonominya bagus,

"Kalau ekonominya di bawah, suaranya gampang dibeli,"jelasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved