Breaking News:

Berita Riau

Bawaslu Riau Sidangkan Dugaan Pelanggaran Administrasi Seleksi PPK di Inhu

Bawaslu Riau menggelar sidang dugaan pelanggaran administrasi seleksi PPK di Kabupaten Inhu, dengan Pimpinan Sidang Nanang Wartono

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com
Komisioner Bawaslu Riau Nanang Wartono jadi pimpinan sidang dugaan pelanggaran administrasi seleksi PPK di Kabupaten Inhu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau menggelar sidang dugaan pelanggaran administrasi seleksi badan Adhoc untuk Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) di Kabupaten Indragiri Hulu.

Dengan penemu anggota Bawaslu Kabupaten Inhu Rony Fitrian dan Ali Muchtar, sedangkan terlapor Ketua dan anggota KPU Inhu Yenni Mairida, Fitra Rovi, Dwi Apriansyah Indra, Ronaldi Ardian, dan Prayetno.

Pimpinan Sidang Nanang Wartono didampingi anggota Hasan mengatakan bahwa sidang pemeriksaan itu dengan agenda pembacaan temuan penemu.

"Kita memasuki agenda pembacaan temuan dari penemu ya,"ujar Nanang sebagai Pimpinan Sidang di ruang sidang aula Bawaslu Provinsi Riau Jumat lalu.

Nanang mempersilahkan penemu untuk membacakan temuannya yang pada pokoknya menjelaskan bahwa KPU Kabupaten Indragiri Hulu tidak cermat dan tidak teliti dalam pelaksanaan seleksi rekrutmen Badan Ad-Hoc Panitia Pemilihan Kecamatan.

Dimana KPU dengan menerbitkan 2 (dua) jenis pengumuman yang berbeda yaitu pengumuman Nomor : 05/PP.04.1-PU/1402/2022 tanggal 8 desember 2022 dan pengumuman Nomor 06/PP.04.1-PU/1402/2022 tanggal 12 Desember 2022 Tentang Perubahan Lampiran VIII Penetapan Hasil Seleksi Tertulis Calon Panitia Pemilihan Kecamatan untuk Pemilihan Umum Tahun 2024.

"Kemudian KPU Indragiri Hulu melakukan wawancara di luar ketentuan pedoman melebihi tiga kali kebutuhan 15 orang,"ujar Ali sebagai penemu membacakan temuan di hadapan majelis.

" Bahwa KPU Indragiri Hulu melakukan wawancara terhadap 16 orang peserta seleksi,"ujar Ali sebagai penemu membacakan temuan di hadapan majelis.

Dalam kesempatan yang sama setelah penemu membacakan temuannya, Majelis menanyakan kepada terlapor apakah akan mengajukan jawaban terhadap temuan penemu.

"Bagaimana terlapor, apakah akan mengajukan jawaban terhadap temuan penemu?,"ujar Nanang

Yeni Mairida yang hadir sebagai terlapor meminta waktu untuk menyusun jawaban terhadap temuan penemu.

"Kami meminta waktu sampai hari Rabu majelis untuk menyusun jawaban terhadap temuan penemu,"jelas Yenni.

Pimpinan majelis mengizinkan sidang kembali dilanjutkan hari Rabu (28/12/2022) dengan agenda penyampaian jawaban terlapor terhadap temuan penemu dilanjutkan agenda pembuktian.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved