Breaking News:

Berita Inhu

Pelaku Pembunuhan Ibu dan Bayi di Inhu Ternyata Masih Remaja, Dibuat Seolah-olah Korban Pemerkosaan

Pelaku pembunuhan ibu dan bayi yang ditemukan tewas tak wajar di Desa Pematang Jaya Rengat Barat Indragiri Hulu akhirnya dibekuk polisi.

Editor: Sesri
Tribunnewsbogor.com
Ilustrasi pelaku pembunuhan ibu dan bayi berusia 9 bulan di Rengat Inhu masih berusia remaja 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pelaku pembunuhan ibu dan bayi yang ditemukan tewas tak wajar di Desa Pematang Jaya Rengat Barat Indragiri Hulu akhirnya dibekuk polisi.

Sebelumnya penemuan mayat ibu dan bayi yaitu Arita (45) dan bayinya berusia sembilan bulan, Rizky Arma Farhan membuat geger warga.

Dua pelaku yang menghabisi nyawa Arita dan bayinya ternyata masih usia remaja.

"Dua orang pelaku pembunuhan yang kami amankan, berinisial F (15) dan NA (17). Mereka masih di bawah umur," ungkap Kapolres Inhu AKBP Bachtiar Alponso melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/12/2022) malam.

Kedua pelaku merupakan warga Desa Pematang Jaya. Pelaku F berstatus putus sekolah, sementara NA bekerja sebagai petani.

Kedua pelaku ditangkap tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Inhu dan Polsek Rengat Barat, pada Jumat (23/12/2022), dua hari setelah penemuan mayat ibu dan anak itu.

"Pelaku F kami tangkap saat berada di lapangan futsal, sedangkan pelaku NA ditangkap di rumahnya," jelas Bachtiar.

Kepada polisi, F dan NA mengakui telah membunuh kedua korban.

Baca juga: Gadis 18 Tahun Lapor ke Ibu Temukan Bayi, Ternyata Anak yang Baru Dilahirkannya

Baca juga: Kerap Ganggu Isteri Orang, Sopir Angkot Ini Tewas di Tangan Tetangga

Baca juga: Bandar Togel di Inhu Tak Melawan Saat Dibekuk Polisi, HP dan Uang Rp 430 Ribu Ikut Disita

F menghabisi nyawa korban menggunakan benda tumpul.

"Korban dibunuh di belakang rumahnya. Pelaku memukul kepala korban pakai shockbreaker motor satu kali, dan memukul bagian leher satu kali," kata Bachtiar.

Akibat pukulan itu, korban terkapar di tanah dengan kepala berdarah.
Lalu, F mengikat leher korban dengan karet ban.

Setelah itu, F membersihkan darah di kepala korban dengan air menghunakan ember.

"Setelah korban dipastikan meninggal dunia, pelaku menyeret mayat korban ke semak-semak di samping rumah korban," kata Bachtiar.

Tak sampai di situ, sambung dia, F juga membuka pakaian dalam korban. Hal itu dilakukan agar ibu satu anak itu seolah-olah menjadi korban pemerkosaan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved