Breaking News:

Berkat PLN Peduli, UMKM Energi Kopi di Pekanbaru Raup Omzet Melimpah

PLN berikan bantuan kepada salah satu usaha pengolahan kopi yang berlokasi di Kelurahan Simpang Baru, Pekanbaru, Riau

Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
PLN berikan bantuan UMKM yang bergerak di bidang usaha roasting kopi di Kelurahan Simpang Baru, Pekanbaru, Riau. 


TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu pilar pemulihan ekonomi bangsa pascapandemi Covid-19.

Mendukung hal tersebut, PLN berikan bantuan kepada salah satu usaha pengolahan kopi yang berlokasi di Kelurahan Simpang Baru, Pekanbaru, Riau.

UMKM yang dirintis sejak tahun 2017 ini bergerak di bidang usaha roasting kopi meliputi pengolahan serta pengembangan biji kopi arabica dan robusta asal Sumatera yang bervariasi mulai dari Aceh sampai Lampung.

UMKM ini sudah memasarkan produk berupa biji dan bubuk kopi kemasan mulai dari Kota Pekanbaru hingga ke beberapa daerah di Provinsi Riau yakni Rokan Hulu, Duri, Dumai, Siak, Pelalawan, Bangkinang, bahkan ke negara tetangga yakni Malaysia.

Dengan potensi yang dimilikinya, tahun 2022 ini Energi Kopi mendapatkan bantuan dari PLN UIP3B Sumatera'> PLN UIP3B Sumatera melalui program PLN Peduli'> PLN Peduli.

Bantuan yang diterima UMKM ini berupa mesin sangrai kopi atau lebih dikenal mesin roasting.

Nama Energi Kopi sendiri diberikan sejak usaha ini mendapatkan pembinaan dari PLN Peduli'> PLN Peduli dan merek tersebut mengandung filosofi yang sama dengan misi PLN yaitu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Manager Aset Properti, Komunikasi dan Umum PLN UIP3B Sumatera'> PLN UIP3B Sumatera, Yahya Dwibrata menyampaikan selain memiliki bisnis inti pelayanan listrik, PLN juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

“Jadi kami merasa sebagai bagian dari masyarakat. Kami mengajak untuk bersama-sama kita maju. Kami berharap keberadaan kami turut memberikan impact sosial bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan salah satu upaya PLN dalam mendukung pengembangan UMKM daerah yang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8 yakni membantu pekerjaan yang layak dan menumbuhkan ekonomi.

“Di tengah populernya bisnis kopi, kami ingin mendorong UMKM untuk turut bermain disana. Oleh sebab itu, melalui program ini kami memberikan bantuan mesin roasting dengan harapan dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan omzet Energi Kopi,” ujarnya.

Noval selaku Ketua Kelompok Usaha Energi Kopi mengaku awalnya mereka menyangrai biji kopi di tempat lain.

“Saat ini rata-rata warung di Kelurahan Simpang Baru ini mengambil bahan di kami. Namun untuk proses sangrai, kami masih menumpang di tempat lain, jadi ada biaya disana,” tuturnya.

Dijelaskan Noval, sebelumnya kapasitas produksi UMKM yang beranggotakan 7 orang ini hanya sekitar 30 kilogram per bulan.

Setelah menggunakan mesin sangrai bantuan berbasis listrik ini, kapasitas produksi meningkat menjadi 80 sampai 100 kilogram per bulan.

“Kapasitas produksi kami meningkat dua hingga tiga kali lipat. Selain itu kami juga dapat menekan biaya produksi, karena tidak ada lagi biaya sangrai,” ujarnya.

“Dengan demikian selisihnya menjadi tambahan pendapatan kami. Secara keseluruhan omzet kami meningkat hingga 10 kali lipat, yang sebelumnya hanya 300 ribu per bulan, sekarang kami bisa memperoleh keuntungan kurang lebih 3,2 juta hingga 4 juta per bulan,” lanjutnya.

“Kami sangat berterima kasih pada PLN atas bantuan ini. Karena selain meningkatkan kapasitas produksi dan menekan biaya produksi, kami juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru,” tutup Noval sembari menjelaskan bahwa saat ini mereka juga mempekerjakan mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. (*/adv)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved