Breaking News:

Berita Siak

Capaian PAD Sektor Pajak di Siak Nyaris Sempurna, Segini Angkanya

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Siak L Budhi Yuwono bersyukur karena capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pajak nyaris sempurna.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Siak L Budhi Yuwono bersyukur karena capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pajak nyaris sempurna. FOTO ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Siak L Budhi Yuwono bersyukur karena capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pajak nyaris sempurna. Total per 31 Desember 2022 sebanyak Rp 89 miliar atau 99 persen.

“Memang belum genap 100 persen namun sangat memuaskan,” kata Budhi, Kamis (5/1/2023).

Ia menjelaskan, target tidak cukup 100 persen karena ada perubahan regulasi dari pemerintah pusat pada saat tahun berjalan. Capaian PAD pada 2022 secara keseluruhan sama dengan tahun sebelumnya.

“Ada dua jenis pajak penyumbang pendapatan terbesar yakni Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2),” kata dia.

Pendapatan diterima dari 10 jenis pajak di kabupaten Siak. Seperti pajak hotel Rp684,6 juta, pajak restoran Rp5,063 miliar, pajak hiburan Rp25,2 juta, pajak reklame Rp1,793 miliar, pajak penerangan jalan Rp41,122 miliar, pajak air tanah Rp212,8 juta, pajak sarang burung walet Rp690,1 juta, pajak mineral bukan logam dan batuan Rp1,602 miliar, pajak bumi bangunan pedesaan dan perkotaan Rp32,494 miliar dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebesar Rp5.326 miliar.

Pemkab Siak sudah mulai mentransformasi pembayaran pajak secara digitali. Pihaknya menggandeng beberapa perbankan melalui sistem Quick Respose Code Indonesian Standart (QRIS).

Seperti pembayaran pajak restoran, kafe, dan kedai kopi dapat ditransfer langsung ke rekening pemerintah daerah saat konsumen transaksi membayar melalui QRIS.

Jenis pajak juga sudah ada yang terkoneksi secara daring. Pakak tersebut adalah pajak hotel, restoran, hiburan, sarang burung walet dan pajak penerangan jalan.

Sedangkan untuk tiga jenis pajak lainnya seperti Pajak Reklame, Air Tanah dan Mineral Bukan Logam dan Batuan masih proses. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved