Breaking News:

Pantun Melayu

Pantun Melayu Pembuka Acara, Izinkan Saya Memberi Amanat

Saat ini pantun melayu banyak digunakan dalam sejumlah acara. Termasuk dipakai untuk pembuka dan penutup pidato.

Editor: Ariestia
Istimewa
Saat ini pantun melayu banyak digunakan dalam sejumlah acara. Termasuk dipakai untuk pembuka dan penutup pidato. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Saat ini pantun melayu banyak digunakan dalam sejumlah acara. Termasuk dipakai untuk pembuka dan penutup pidato.

Pantun melayu berkembang dari mulut ke mulut. Selain itu juga diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Hingga saat ini, pantun melayu masih terus bertahan di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Bahkan, di Riau, pantun melayu kerap digunakan sebagai materi sambutan, pidato atau pun ceramah. Biasanya, pemakaian pantun digunakan di pembuka kata atau pun di penutup.

Namun tak jarang juga, pantun melayu dipakai di isi pidato, sambutan atau ceramah itu sendiri.

Pantun melayu sendiri memiliki ragam jenis. Di antaranya, pantun agama, pantun nasehat, pantun jenaka, pantun adat dan lain-lain.

Berikut tiga pantun pembuka pidato:

Pergi ke pasar membeli beras,
Sampai ke rumah menanak nasi,
Salam pembuka tak terbalas,
Kuulangi sekali lagi.
Assalamualaikum Wr. Wb.

========================

Jalan-jalan ke Taman Mini,
Pulangnya membeli Soto,
Saya berada di mimbar ini,
Untuk membawakan sebuah pidato.

========================

Anak gembala menggiring sapi,
Sapi lelah mukanya pucat,
Pada kesempatan berbahagia ini,
Izinkan saya memberi amanat.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved