Breaking News:

Bentrokan di Lahan Kelapa Sawit Milik Perusahaan, PT DSI Sebut Ada Provokasi, Pamswakarsa Dipukul

Konflik perkebunan di KM 8 Desa Dayun, Kabupaten Siak menimbulkan korban. 

Editor: Ilham Yafiz
IST
Juru Sita PN Siak Al Khudri saat menyerahkan berita acara eksekusi lahan ke Tim Kuasa Hukum PT DSI belum lama ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Konflik perkebunan di KM 8 Desa Dayun, Kabupaten Siak menimbulkan korban. 

Konflik dan bentrokan terjadi antara massa yang diduga dibawa PT Karya Dayun (KD) dengan anggota Pamswakarsa PT Duta Swakarya Indah (DSI), di KM 8 Desa Dayun, Kabupaten Siak, Kamis (5/1/23) lalu, berbuntut panjang. 

Sejumlah korban berjatuhan dari kedua belah pihak akibat bentrokan tersebut. 

Kuasa hukum PT DSI Suharmansyah SH MH angkat bicara. Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi bukan disebabkan oleh pihaknya. 

Menurutnya, bentrokan itu terjadi karena massa yang dibawa PT KD terlebih dahulu memukul anggota Pamswakarsa PT DSI.

Seorang pamswakarsa PT DSI Luka pada bagian kepala.
Seorang pamswakarsa PT DSI Luka pada bagian kepala. (Istimewa)

Salah seorang massa dari PT KD yang juga Ketua salah satu ormas berinisial MP lanjut Suharmansyah, memukul kepala anggota Pamswakarsa PT DSI bernama Oktovianus. Akibat pukulan MP itu, kepala Oktovianus berdarah.

"Mereka yang mulai duluan memukul anggota Pamswakarsa kita dengan menggunakan kayu balok. Hingga kepalanya mengalami luka robek dan dilarikan ke rumah sakit," kata Suharmansyah, Rabu (11/1/23).

Lebih lanjut ia mengatakan jika pamswakarsa PT DSI melihat ada rekannya yang kena pukul, spontan anggota Pamswakarsa PT DSI yang membela diri melakukan pengejaran terhadap massa yang melakukan pemukulan tersebut.

Kejadian inilah yang menurut Suharmansyah menyebabkan bentrokan kedua belah pihak tidak dapat dihindari.

"Dari pihak kita ada korban, demikian juga dari massa PT KD. Termasuk oknum Ketua Ormas berinisial MP yang memukul duluan anggota kita itu," terang Suharmansyah didampingi kuasa hukum PT DSI Anton Sitompul SH MH.

Menurut Suharmansyah, bentrokan kedua pihak itu tidak akan terjadi apabila oknum Ormas berinisial MP tersebut tidak memprovokasi rekan-rekannya untuk menyerang Pamswakarsa PT DSI.

Lebih lanjut Suharmansyah mengungkapkan jika Pamswakarsa PT DSI berada di lokasi lahan yang telah dieksekusi PN Siak Sri Indrapura untuk membuat akses jalan baru menuju kebun sawit. 

"Padahal, awalnya situasi kondusif. Karena anggota Ormas itu hanya berada di pos mereka saja. Sementara Pamswakarsa PT DSI bekerja sedang membuat akses jalan. Namun oknum MP itu tiba-tiba datang dan meminta agar rekan-rekannya tidak membiarkan PT DSI berada di lokasi itu," paparnya, sambil menyebutkan saat kejadian juga mendapatkan pengamanan personil Polres Siak.

"Lahan perkebunan sawit itukan sudah sah milik PT DSI dan inkrah di Mahkamah Agung (MA), bahkan telah dieksekusi oleh PN Siak Sri Indrapura. Kenapa mereka masih ngotot mempertahankan lahan yang sudah tidak lagi menjadi hak milik PT Karya Dayun," tegasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved