Breaking News:

Berita Siak

Jangan Coba-coba Berzina di Siak, Ada Satpol PP dan Hotel Penyedia Bisa Ditutup

Pemkab Siak masih menjaga ketat norma-norma yang berlaku tengah masyarakat Siak.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Kepala Satpol PP Siak Hendy Derhavin memberikan keterangan terkait pelarangan manajemen hotel tidak boleh menerima tamu pasangan haram, Rabu (11/1/2023) di kantor Bupati Siak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Kota Siak Sri Indrapura telah menjadi kota wisata di Riau. Namun demikian, Pemkab Siak masih menjaga ketat norma-norma yang berlaku tengah masyarakat Siak.

Pengunjung tidak dibenarkan membawa pasangan haram ke kamar hotel dan penginapan yang ada di Siak. Satpol PP setempat akan datang menggrebek dan hotel yang memberikan fasilitas akan ditutup.

Terkait hal tersebut, Satpol PP Siak menyurati semua pemilik hotel di Siak. Surat tersebut menegaskan agar tidak melanggar izin. Terutama dalam hal menerima tamu menginap.

“Surat kita sampaikan dulu, setelah itu pemilik hotel kita undang dalam rapat untuk menjelaskan konsekwensi yang diterima jika menerima tamu berpasangan yang ilegal,” kata Kepala Satpol PP Siak Hendy Derhavin, Rabu (11/1/23).

Ia menguraikan, Satpol PP Siak harus tegas dalam menegakkan Perda. Hal tersebut juga dipicu karena pihaknya mengamankan enam pasangan mesum di salah satu hotel di Siak pada malam tahun baru.
Bahkan pasangan tanpa menikah yang ketahuan chek in hotel itu masih di bawah umur.

"Kita setiap hari akan cek hotel-hotel di Siak, kita akan cek buku registrasinya, siapa saja tamu yang masuk, jika tamu tersebut merupakan lawan jenis harus ditunjukkan buku nikahnya," kata dia.

Hendy juga mengatakan agar manajemen hotel tidak menerima tamu anak di bawah umur. Pemkab Siak menjaga norma-norma agama, adat Melayu serta sosial dan lingkungan yang sehat.

"Selain itu, kita akan cek jumlah tamu dengan melihat buku register, kemudian kendaraan yang terparkir. Jika kendaraan lebih banyak dari daftar tamu yang register, kita curigai,” kata dia.

Ia menerangkan, sudah ada satu hotel yang disegel karena ketahuan menerima tamu pasangan diduga melakukan perbuatan tak senonoh. Anehnya, Hendy menyebut tertangkapnya enam pasang muda-mudi tanpa ikatan perkawinan itu adalah kesalahan sekuriti.

"Sebenarnya, kejadian enam pasangan yang kita amankan malam tahun baru kemarin tidak melibatkan pemilik hotel, tetapi sekuriti yang menjaga hotel tersebut melakukan hal diluar sepengetahuan pemilik hotel," kata Hendy.

Saat kejadian, hotel tersebut Sabtu dan Minggu ternyata tutup. Tetapi sekuriti yang berjaga membuka pintu dari belakang, sehingga tamu pasangan mesum tersebut masuk dari pintu belakang.

"Kami curiga, kenapa kendaraan banyak di belakang, sementara di depan kosong. Setelah di cek benar, ada enam pasangan tidak ada ikatan perkawinan di dalam hotel tersebut,” kata dia.

Hendy akan membuka kembali segel pada hotel tersebut jika sudah menyelesaikan proses kepatuhan terhadap Perda.

"Pada prinsipnya, kita tidak menghalangi bisnis orang. Apalagi hotel merupakan salah penunjang pariwisata di Siak. Kalau mereka sudah menyelesaikan prosesnya secepatnya, maka secepatnya pula kita akan buka segel tersebut," tutup Hendy. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved