Breaking News:

Berita Rohil

Ops SAR Pencarian Penumpang Kapal Shuenn Man di Perairan Selat Malaka Memasuki Hari Ke 3

Ops SAR gabungan pencarian 1 orang penumpang Kapal Shuenn Man No 23 yang terjatuh di Perairan Selat Malaka masih belum membuahkan hasil.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Ariestia
Ist
Ops SAR gabungan pencarian 1 orang penumpang Kapal Shuenn Man No 23 yang terjatuh di Perairan Selat Malaka masih belum membuahkan hasil. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BAGANSIAPIAPI – Ops SAR gabungan pencarian 1 orang penumpang Kapal Shuenn Man No 23 yang terjatuh di Perairan Selat Malaka masih belum membuahkan hasil.

Memasuki pencarian hari ke 3, Kamis (12/1/2023), Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian di sekitar LKP atau lokasi terakhir korban diketahui.

Kepala Basarnas Pekanbaru I Nyoman Sidakarya, SH melalui Humas Basarnas Pekanbaru Kukuh Widodo menjelaskan, Tim Rescue Unit Siaga Rohil yang terdekat dari LKP diturunkan mencari dengan Ren Ops Pencarian menggunakan KN SAR 402.

“Hari ini sekitar pukul 07.00 WIB, Ops SAR dengan Sistem Pencarian Paralel dengan Radius sekitar 5 Nm. Jarak dari Unit Siaga Rohil ke LKP sekitar 51,58 Nm,” ungkap Kukuh melalui keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut Kukuh menjelaskan, sebelumnya Selasa (10/1/2023) Pukul 15.25 WIB, Basarnas menerima info telah terjadi Kecelakaan Kapal (MOB) 1 orang terjatuh dari kapal Shuenn Man No 23 di Perairan Selat Malaka, sekitar pukul 10.57 WIB.

“Korban diketahui seorang laki–laki bernama Syaefullah asal Pemalang. Pencarian Tim Rescue Unit Siaga SAR Rohil didukung TNI AL Panipahan dan Polairud Panipahan,” bebernya.

Menurut Kukuh, tidak lama setelah menerima laporan atau sekitar Pukul 15.30 WIB, Kantor SAR Pekanbaru sempat melakukan Koordinasi Via Handphone Satelit Ke Kapten Kapal Shuenn Man No 23.

“Namun tidak termonitor. Selanjutnya kami melakukan Koordinasi Ke Pihak Vts Dumai agar memapelkan kepada kapal – kapal yang melintas di Area LKP,” ujar Kukuh.

Akhirnya Tim Rescue Unit Siaga Rohil menggunakan KN 402 diberangkatkan Ke LKP. Pencarian hari pertama pun dihentikan pada pukul 20.00 WIB, setelah Tim SAR Gabungan harus putar balik kembali Ke Pelabuhan karena hujan disertai gelombang tinggi sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Pencarian pun dilanjutkan pada hari ke 2 pada Rabu (11/1/2023). Sekitar Pukul 07.00 WIB, Tim SAR Gab melakukan pencarian di sekitar LKP sesuai Ren Ops Pencarian menggunakan KN SAR 402 dengan sistem pencarian Paralel dengan Radius 2 Nm.

“Cuaca di lokasi mendung disertai gerimis dan ketinggian gelombang 1 hingga 2 meter. Pada Pukul 18.00 WIB, pencarian hari ke 2 dihentikan sementara dengan hasil nihil. Sementara Pencarian dan Pemantauan oleh VTS Dumai Masih Nihil,” pungkasnya. ( Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved