Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Masih Kurang Guru Seribuan, Komisi III DPRD Komentar Begini Soal Stop Rekrut Guru Honorer Tahun Ini

Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain SE MSi menanggapi kebijakan yang melarang merekrut guru honorer baru mulai tahun 2023 ini

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Ilustrasi. Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain SE MSi menanggapi kebijakan yang melarang merekrut guru honorer baru mulai tahun ini. 

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemko Pekanbaru sudah memastikan, tidak akan merekrut THL di lingkungannya pada tahun 2023 ini.

Termasuk halnya honorer di lingkungan Disdik dan sekolah (guru honor).

Hal ini juga diamini Disdik Pekanbaru, bahwa mereka juga ikut membuat kebijakan serupa, yakni melarang kepala sekolah merekrut guru honorer baru mulai tahun ini.

Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain SE MSi menanggapi ikhwal ini. Politisi Senior PPP ini memandang kebijakan tersebut akan menjadi dilema baru, yang patut dikhawatirkan.

Apalagi keberadaan guru honorer tersebut, masih sangat diperlukan, seiring Kota Pekanbaru masih kekurangan guru sekitar seribuan orang lagi.

"Untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kemarin saja, masih banyak guru yang belum ditarik. Sementara mereka lulus passing grade. Harus kita akui bahwa guru ini sangat dibutuhkan," papar Zulkarnain kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (12/1/2023).

" Kita tahu Kota Pekanbaru banyak kekurangan guru, yang jumlahnya bahkan hampir 1.200 orang. Belum termasuk yang pensiun tahun ini," imbuhnya.

Dijelaskan, terkait kebijakan ini, hanya kepala dinas yang bicara soal kemampuan keuangan daerah.

Sementara yang direkrut oleh sekolah, dibayarkan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bisa jadi yang THL digaji oleh Pemko Pekanbaru.

"Ini menjadi sebuah dilema baru, yang patut kita waspadai. Kita harus bijak menyikapinya. Boleh saja tahun 2023 ini tidak merekrut, karena harus memaksimalkan yang ada, mendata yang ada. Regulasi yang ada harus dijelaskan dulu ketentuannya. Bukan berarti mulai tahun 2023 dan seterusnya tidak ada perekrutan," urainya.

"Bisa jadi untuk tahun 2023 tidak ada. Kalau untuk seterusnya, rasanya agak belum sesuai. Kalau untuk tahun 2023 tidak ada, bisa kita maklumi karena kondisi keuangan daerah," lanjutnya.

Diakui Zulkarnain, dirinya sangat setuju dengan tujuan Disdik Kota Pekanbaru yang tetap memprioritaskan kualitas.

amun, keberadaan tenaga guru honor juga harus diperhatikan. Apalagi, kinerja mereka juga sangat membantu dunia pendidikan di Kota Pekanbaru.

"Kalau bicara kualitas, kita juga meminta kepada guru negeri, jangan melepaskan total tugas kepada guru honor. Harus ada bimbingan dan pengawasan. Saat ini kita lihat semua tugas dilimpahkan kepada tenaga honor," paparnya.

"Harusnya mereka dipantau dan diarahkan. Mereka butuh panduan. Apalagi mereka tenaga honor jarang ikut penataran," sambungnyanya.

Politisi Senior ini berharap, jika pun tahun 2023 ini tidak ada perekrutan guru honor, Disdik Pekanbaru harusnya bisa memaksimalkan keberadaan guru yang ada, mendata lagi berapa kebutuhan guru, termasuk jumlah guru honor yang idealnya diperlukan.

"Jadi, semuanya harus kita lihat dari berbagai sektor. Tidak asal-asalan saja," tegas Zulkarnain lagi.

( Tribunpekanbaru.com / Syafruddin Mirohi )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved