Breaking News:

Berita Siak

Bupati Siak Targetkan Angka Kemiskinan Ekstrem Nihil 2024

Masyarakat kabupaten Siak masih ada yang masuk ke dalam kategori miskin ekstrem. Namun angkanya berkurang dari tahun ke tahun.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra
Bupati Siak Alfedri dan jajaran mengunjungi rumah tangga miskin di Kecamatan Lubukdalam, saat program Bujang Kampung. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Masyarakat kabupaten Siak masih ada yang masuk ke dalam kategori miskin ekstrem. Namun angkanya berkurang dari tahun ke tahun.

Bupati Siak Alfedri menargetkan angka kemiskinan ekstrem ini nihil 2024. Saat ini pihaknya tengah menggesa program untuk mengangkat orang miskin bisa keluar dari keterpurukan ekonomi.

“Saya telah mengintruksikan kepada dinas terkait, Pemerintah Kampung dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Siak untuk terus mengembangkan program yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan,” kata Alfedri, Kamis (12/1/2023).

Program utama yang digesa adalah pemberdayaan masyarakat miskin melalui pemberian fasilitas akses pembiayaan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan angka kemiskinan di Kabupaten Siak 2022 turun menjadi 5 persen dari 5,4 persen. Angka kemiskinan ekstrem ini nomor tiga terendah di Riau, setelah Kota Pekanbaru dan Kota Dumai.

“Saya minta Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Koperasi dan UMKM, Pemerintah Kampung termasuk BAZNAS Siak, terus mencanangkan program yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan,” kata dia.

Alfedri menambahkan, penanggulangan kemiskinan, merupakan program strategis pemerintah kabupaten Siak hingga 2024 mendatang.

Pada 2023 ini harus ada peningkatan program. Termasuk dalam rangka menekan laju angka inflasi di kabupaten Siak.

Ia minta Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan serta Dinas Koperasi dan UMKM melalui programnya.

“Tiga dinas ini, 2023 ini programnya sudah menyentuh target, kemiskinan ekstrem dan di akhir tahun sudah terlihat hasilnya,” kata dia.

Dinas Pertanian bisa memprogramkan bantuan modal bibit. Masyarakat miskin bisa menanam komoditas yang saat ini harganya tengah naik di pasaran, seperti cabai merah, bawang, jagung dan lain-lain. Termasuk kemungkinan untuk beternak ayam, baik ayam pedaging maupun petelur.

“Dinas Peternakan dan Perikanan bisa memberikan program berupa bantuan ternak, peralatan nelayan dan pemberdayaan melalui modal usaha,” kata dia.

Sedangkan Dinas Koperasi dan UMKM memberikan fasilitasi akses pembiayaan, akses pasar, data UMKM serta pendampingan dan pelatihan bagi koperasi dan usaha mikro. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan keluarga miskin ekstrem tersebut.

“Setelah diberikan bantuan makanya perlu dilakukan pendampingan. Tentu dengan pendekatan kelompok/sentra/kluster/dan/atau yang tergabung dalam wadah koperasi,” kata dia.

Selain itu Alfedri juga akan menetapkan lokasi prioritas untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem ini. Baik kecamatan maupun kampung, perlu data yang valid.

Selanjutnya, Alfedri meminta kepada Kepala OPD, agar bisa terus mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Terutama kepada masyarakat yang tergolong miskin ataupun masuk kedalam kategori Program Keluarga Harapan (PKH).

Tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang meningkatkan pendapatan keluarga miskin ekstrem. Akses pasar, serta pendampingan dan pelatihan bagi koperasi dan usaha mikro, dalam percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, melalui pemberian fasilitas akses pembiayaan serta pendampingan dan pelatihan bagi koperasi dan usaha mikro dalam meningkatkan pendapatan keluarga miskin ekstrem.

“Penghapusan kemiskinan ekstrim ini merupakan intrusi presiden, pada 2024 tingkat kemiskinan ekstrem mencapai 0 persen. Tentu penurunan angka kemiskinan tersebut merupakan dampak positif dari berbagai program baik yang bersumber dari APBD Kabupaten Siak melalui Dinas, dan Dana Desa serta penyaluran zakat yang dilaksanakan oleh Baznas Kabupaten Siak,” kata dia. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved