Breaking News:

Pantun Melayu

Pantun Melayu Perpisahan, Sebenarnya Hati Tak Siap

Pantun melayu perpisahan biasa disampaikan dalam acara maupun percakapan antara dua atau beberapa orang.

Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com
Pantun melayu perpisahan biasa disampaikan dalam acara maupun percakapan antara dua atau beberapa orang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pantun melayu perpisahan biasa disampaikan dalam acara maupun percakapan antara dua atau beberapa orang.

Pantun melayu perpisahan mengungkapkan perasaan sedih karena segera tidak bertemu muka lagi.

Pantun perpisahan juga mengungkap kehilangan si penutur pantun akibat ditinggalkan orang yang disayanginya.

Bisa juga pantunnya berisi tentang harapan agar si penutur dan si pendengar bisa bertemu kembali.

Pada dasarnya perpisahan mengajarkan soal tabah dan ikhlas menjalaninya.

Apalagi perpisahan memang sudah menjadi bagian dalam hidup. Sudah menjadi hukum alam bahwa setiap orang yang bertemu pasti akan berpisah.

Hal yang perlu dilakukan agar perpisahan menjadi momen-momen yang mengesankan, adalah mengingat segala kenangan yang baik yang pernah dilalui bersama.

Untuk mengekspresikan hal tersebut, salah satunya bisa dengan pantun perpisahan yang menyentuh hati.

Berikut pantun perpisahan yang dikutip dari TribunKaltara.com:

Murid pandai yang duduk di bangku
Angkat Tangan ingin bertanya
Sampai jumpa di lain waktu
Rekan kerjaku semuanya

========================

Nasib buruk janganlah diratap
Hanya akan membuatmu penat
Sebenarnya hati tak siap
Berpisah denganmu sahabat

========================

Peraturan masih berlaku
Warga negara harus patuhi
Wahai kawan-kawan kerjaku
Akan ku rindu kebersamaan ini

========================

Kakak saya pandai menari
Adik saya selalu meniru
Pertemuan singkat ini
Buatku sedih dan terharu

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved