Breaking News:

Berita Riau

Tinggal Pekanbaru, Status Siaga Darurat Banjir Sejumlah Daerah di Riau Sudah Dicabut

Sejumlah kabupaten kota yang sebelumnya sempat menetapkan status siaga darurat banjir kini sudah mencabut statusnya.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Istimewa
Sejumlah kabupaten kota yang sebelumnya sempat menetapkan status siaga darurat banjir kini sudah mencabut statusnya. FOTO ILUSTRASI: Banjir di Jalan Darma Bakti, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru,Kamis (22/12/2022) petang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah kabupaten kota yang sebelumnya sempat menetapkan status siaga darurat banjir kini sudah mencabut statusnya.

Termasuk status siaga banjir tingkat provinsi Riau yang juga sudah berakhir 31 Desember 2022 lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau, Edy Afrizal, Minggu (15/1/2023) mengatakan, mayoritas kabupaten kota di Riau sudah mencabut status siaga banjir, begitu pula status siaga banjir Pemprov Riau. Saat ini hanya tinggal Pekanbaru yang masih dalam status siaga banjir.

"Semua daerah sudah mencabut status siaga banjir pada 31 Desember 2022 lalu. Tinggal Pekanbaru yang masih menetapkan status siaga banjir sampai Januari 2023 ini," katanya.

Edy mengatakan, bahwa memasuki awal tahun 2023 ini, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait bencana di Riau. Artinya kondisi Riau kondusif bencana.

"Masih aman. Saat ini belum ada laporan lagi terkait banjir dari Kabupaten Kota di Riau," ujar Edy.

Ia mengatakan, bahwa di Pekanbaru masih status siaga banjir karena pertimbangan curah hujan yang masih cukup tinggi di Kota Pekanbaru.

"Jadi untuk daerah lain, alhamdulillah sudah aman dari banjir, namun kami tetap terus memantau situasi," sebutnya.

Memasuki tahun 2023, pihaknya sudah mulai ada perubahan musim penghujan menjadi musim kemarau di beberapa daerah.

Edy mengatakan, bahwa pihaknya akan terus memantau situasi dan kondisi, apakah nantinya diperlukan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan seperti tahun - tahun sebelumnya.

"Kita masih terus memantau perkembangan situasi dan kondisi. Apakah diperlukan untuk status siaga darutat Karhutla seperti tahun - tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini, ada beberapa daerah dengan tingkat curah hujannya rendah, dan berpotensi terjadinya Karhutla.

"Itu di daerah sebagian kecil Siak, Pelalawan dan Indragiri Hilir. Itu menurut BMKG, berpotemsi terjadi Karhutla, karena curah hujan didaerah itu rendah untuk beberapa hari kedepan," kata Edy. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved