Breaking News:

Berita Siak

Bupati Siak Ketularan Suka Main Lato-lato

Permainan lato-lato tidak hanya dimainkan oleh anak-anak di kabupaten Siak. Bupati Siak Alfedri juga unjuk kebolehan memainkan lato-lato.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Bupati Siak Alfedri memainkan lato-lato di hadapan seorang anak, di sebuah warung, akhir pekan kemarin. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Permainan lato-lato tidak hanya dimainkan oleh anak-anak di kabupaten Siak. Bupati Siak Alfedri juga unjuk kebolehan memainkan lato-lato.

“Lato-lato sebagai permainan lama yang viral kembali ini memberikan dampak positif bagi ruang lingkup sosial kita. Lato-lato hadir di tengah kegandrungan terhadap gadget,” kata Bupati Siak Alfedri, Senin (16/1/2023).

Lato-Lato di Indonesia juga disebut dengan nok-nok, atau tok-tok. Konon permainan ini sudah ada sejak tahun 1970 di Amerika Serikat dan sejumlah negara.

“Interaksi sosial terbangun kembali di kalangan anak-anak kita yang gandrung main game online. Karena itu patut kita sokong dan apresiasi permainan lato-lato ini,” kata Alfedri.

Menurut Alfedri, permainan lato-lato tidak hanya sekadar membenturkan dua bola padat yang digantung tali. Tetapi menguji kepiawaian, ketangkasan, kesabaran serta naluri ketepatan bagi anak-anak. Karena itu ia langsung hadir saat sejumlah organisasi pemuda menggelar turnamen lato-lato ini.

Permainan ini telah diturnamenkan di Kecamatan Tualang, Sabtu (14/01/2023) dan di Kecamatan Minas, Minggu (8/1/2023) lalu. Pada kedua momen itu, Alfedri langsung berbaur dan membuka acara secara resmi. Masyarakat sekitar tak menyangka tingginya perhatian seorang bupati terhadap permainan tersebut.

Tidak hanya pada iven turnamen itu saja Alfedri ikut memainkan lato-lato. Pada sejumlah momen kebetulan, ia tampak menunjukkan kebolehannya memainkan lato-lato. Meski belum sepiawai anak-anak yang memainkannya.

Saat berkendara sepeda motor ke daerah Bengkalis, Alfedri dan jajaran juga sempat berhenti menemui anak-anak yang bermain lato-lato. Pada momen itu, Alfedri ikut menunjukkan kepiawaiannya memainkan lato-lato itu. Kemudian memberi anak-anak yang dijumpainya tersebut uang, sebagai hadiah karena lihai main lato-lato.

Momen itu juga telah diunggahnya ke akun fanpage Facebook Alfedri. Banyak komentar positif dan mendukungnya.

"Permainan Lato-Lato ini bisa meningkatkan konsentrasi, fokus dan menambah kegiatan positif bagi anak-anak agar terhindar dari kegiatan negatif seperti menggunaan gadget," terangnya.

Ia pun mengapresiasi panitia yang telah melaksanakan turnamen lato-lato di dua kecamatan, Minas dan Tualang. Ia mendukung organisasi dan kelompok masyarakat yang mengadakan kegiatan positif untuk menambah kegiatan bagi anak-anak.

“Anak-anak dan remaja harus kita maintenance ke arah positif, melibatkan dalam kultur sosial kita, agar berkembang dengan baik, serta terhindar dari kegiatan negatif, seperti pergaulan bebas, ugal-ugalan di jalan raya, narkoba dan lain-lain,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Panitia Turnamen lato-lato Kecamatan Tualang, Yusuf Mulya menyampaikan ada 300 orang peserta mengikuti turnamen tersebut pada akhir pekan kemarin. Suasana di tempat pelaksanaan juga sangat ramai dan menyenangkan.

Ia menceritakan, lato-lato cup tersebut terinspirasi dari viralnya permainan yang saat ini banyak digemari dari anak-anak hingga orang dewasa.

"Harapan kami, dengan kegiatan ini dapat membantu mengurangi kebiasaan anak-anak biasanya bermain handphone atau kegiatan negatif lainnya," pungkasnya. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved