Breaking News:

Berita Rohil

Tolak Praperadilan Oknum Polisi Terlibat Narkoba, Begini Putusan Hakim Pengadilan Negeri Rohil

Hakim PN Rohil menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan oknum polisi yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Sidang praperadilan yang diajukan oknum polisi yang terlibat narkoba di Rohil terkait pemecatannya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, UJUNG TANJUNG - Hakim Pengadilan Negeri Rokan Hilir ( PN Rohil) akhirnya memutuskan menolak seluruh gugatan permohonan praperadilan yang diajukan tersangka Bripka Alex Sander (AS).

Dalam agenda sidang pembacaan putusan yang digelar diruang sidang Tirta PN Rohil pada Jumat (13/1/2023) sore lalu, Hakim Tunggal Fachu Rachman, SH, MH menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan oknum polisi Polres Rohil tersebut.

Putusan ini dikeluarkan setelah memeriksa bukti bukti surat dan mendengar keterangan para ahli yang dihadirkan Pemohon dan Termohon selama dalam persidangan.

“Menyatakan proses penangkapan dan penetapan tersangka oleh penyidik Satnarkoba Polres Rohil sah secara hukum , meminta penyidik Polres Rohil untuk segera melakukan penyidikan terhadap tersangka AS,” ujar Fachu membacakan pertimbangan putusannya.

Dalam sidang tersebut, tersangka atau pemohon AS menghadirkan dua saksi ahli pidana, yaitu, Dr Zulkarnaen SH, MH dan Dr. Erdianto, SH, MH Dosen.

Saksi ahli menyatakan proses penangkapan dan penetapan tersangka Bripka AS yang hanya berdasarkan alat bukti Berita Acara Pemeriksaan (BAP) perkara oleh tersangka SF tidak sah, dimana SF menjelaskan bahwa barang bukti sabu miliknya didapat dari AS.

Alasan tidak sahnya penangkapan dan penahanan menurut kedua ahli, karena keterangan BAP terpidana SF yang divonis 11 tahun penjara sudah dicabut saat proses persidangan.

Sehingga pendapat ahli yang mengatakan penangkapan dan penetapan AS menurut kedua saksi ahli adalah tidak sah.

Terkait pendapat ahli tersebut, hakim tunggal Fachu Rachman dalam pertimbangannya menyatakan bahwa BAP adalah bukti hasil pemeriksaan sebagai dokumen berita negara yang sah.

Sebagai salah satu bukti permulaan yang cukup untuk dapat dijadikan penyidik dalam melakukan penyelidikan hingga ke persidangan.

“Sehingga pendapat ahli tidak dapat diterima dan haruslah dikesampingkan. Selain itu, dalam pertimbangan hakim bahwa bukti bukti yang diserahkan pihak termohon adalah bukti dugaan perbuatan tersangka, tidak ada yang disangkal oleh Pemohon selama persidangan,” sebut Fachu Rachman menanggapi pendapat ahli yang dihadirkan Pemohon.

Untuk diketahui, Bripka AS merupakan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Panipahan yang ditangkap oleh Sat Resnarkoba Polres Rohil pada 15 desember 2022 lalu.

AS terlibat dalan tindak pidana Penyalahgunaan Narkotika jenis sabu seberat 2 Kilogram dalam kasus perkara Terpidana SF yang sudah divonis 11 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Rohil.

Atas keterlibatannya tersebut, AS diputus Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh Polda Riau, selain itu AS juga sering tidak masuk dinas tanpa alasan.

Sementara itu, gugatan praperadilan sah tidaknya penetapan tersangka AS selaku pemohon melalui kuasa hukumnya Dr Yudi Krismen SH.MH and Partner terdaftar dengan perkara nomor 6/Pid.Pra/2022/PN Rhl.

Melawan termohon I Kasat Narkoba Polres Rohil, termohon II Kapolres Rohil, termohon IIi Kapolda Riau dan termohon IV KaBareskrin dan termohon V Kapolri.

( Tribunpekanbaru.com / T Muhammad Fadhli )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved