Breaking News:

Berita Siak

Update Kasus Penyelewengan Pupuk Bersubsidi di Siak, Ini Penjelasan Kepala Kejari Siak

Kepala Kajari Siak Dharmabella Tymbasz memastikan timnya sedang bekerja untuk mencari dan memperkuat bukti dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru/Mayonal Putra
Kepala Kejari Siak Dharmabella Tymbasz memastikan timnya sedang bekerja untuk mencari dan memperkuat bukti dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi. 

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Penggeledahan kantor Dinas Pertanian Siak oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak sudah berlangsung dua bulan lebih.

Namun Kejari Siak belum juga menetapkan tersangka kasus dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi tersebut.

“Selow lah, saksi yang diperlukan tidak sedikit berikut BB (barang bukti) untuk pembuktian. Kalo buru-butu nanti bersalahan kalian bilang penzaliman pula. Kami terus kerja, tenang, tenang,” kata Kepala Kajari Siak Dharmabella Tymbasz, Rabu (18/1/2023).

Dharmabella memastikan timnya sedang bekerja dan terus bekerja untuk mencari dan memperkuat bukti.

Ia akan tetap profesional dalam menangani perkara. Saat ditanya terjait jumlah saksi yang sudah diperiksa, ia tidak memberikan jawabannya.

“Lebih tepat tanyakan ke tim, saya beberapa minggu ini disibukkan dengan Rakenis atau Kunker Kajati dan tugas luar daerah,” kata dia.

Sebelumnya Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Siak Heydey Hazamal Huda mengatakan ada penyimpangan terstruktur dalam pelaksanaan program pupuk bersubsidi di Siak tahun anggaran 2021.

Pihaknya sudah mencari bukti-bukti dan melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pertanian Siak, Selasa (15/11/2022).

“Kami sudah melalukan penyelidikan selama dua bulan, dan kami menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan ke status penyidikan. Permainan ini untuk di wilayah Kecamatan Kerinci Kanan,” kata dia.

Huda menjelaskan, program pupuk bersubsidi untuk wilayah Kerinci Kanan mempunyai anggaran gemuk dibanding kecamatan lain.

Dari program itu terdapat dugaan permainan dari tingkat distributor, koperasi (gapoktan) hingga instansi terkait di Kabupaten Siak.

"Kami juga mendapat perintah Jaksa Agung agar memberantas mafia pupuk,” kata dia.

Pada 22 Agustus 2022 pihaknya mulai melakukan penyelidikan. Dari 14 kecamatan terdapat dugaan penyimpangan di kecamatan Kerinci Kanan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved