Breaking News:

Ini Dia Rasmus Paludan, Manusia Pembakar Al Quran di Depan Kedubes Turki di Swedia, Sudah Keseringan

Rasmus Paludan kembali membakar kitab suci Al-Quran, yang dilakukannya saat aksi demo di depan Kedubes Turki di Swedia pada Sabtu (21/1/2023) lalu.

Instagram Lawlordofdenmark
Rasmus Paludan, Sosok Kontroversial yang kerap membakar Al-Quran 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dunia kembali dikejutkan oleh aksi seorang yang melakukan pembakaran Al Quran.

Aksi tak terpuji itu dilakukan oleh Pemimpin partai sayap kanan Denmark dari kelompok Stram Kurs, Rasmus Paludan.

Apa yang dilakukan Rasmus Paludan ini tentu membuat umat muslim geram.

Tercatat, Rasmus Paludan sudah beberapa kali melakukan hal yang sama.

Yang terbaru, dia kembali membakar kitab suci Al-Quran, yang dilakukannya saat aksi demo di depan Kedubes Turki di Swedia pada Sabtu (21/1/2023) lalu.

Dalam aksinya itu, Paludan memprotes tindakan Presiden Turki Tayyip Erdogan, yang dinilai mempengaruhi kebebasan berekspresi di Swedia.

Ini bukan pertama kali dilakukan Rasmus Paludan.

Tercatat, dia sudah beberapa kali membakar Al-quran, termasuk pada April 2022 lalu.

Dilkansir dari berbagai sumber, Rasmus Paludan diketahui pernah membakar Al-Quran pada 2019 lalu.

Saat itu dia membakar Al-Qur'an dan akunnya diblokir selama sebulan oleh Facebook setelah memuat postingan yang mengaitkan kebijakan imigrasi dan kriminalitas.

Pada November 2020, Paludan ditangkap di Prancis dan dideportasi.

Lima aktivis lainnya ditangkap di Belgia tak lama setelah itu, dituduh ingin "menyebarkan kebencian" dengan membakar Al-Qur'an di Brussels.

Pada 2020 pula dia dilarang masuk ke Swedia selama dua tahun terkait aksi pembakaran Al-Qur'an di Malmo.

Tur Paludan dan kelompoknya itu telah memicu beberapa bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa yang kontra dengannya di penjuru Swedia dalam beberapa hari terakhir.

Kemudian Paludan pada 2022 pernah membakar Al-Quran. Kejadian itu terjadi pada Kamis (14/4/2022). Penistaan itu dilakukannya di wilayah berpenduduk mayoritas Muslim di Linkoping.

Kejadian itu memicu 200 demonstran melempar batu kepada polisi yang mendampingi Paludan pada saat pembakaran. Massa lalu membakar kendaraan aparat. (Tribun Sulbar)

Sumber: Tribun sulbar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved