Pantun Melayu
5 Pantun Melayu Penutup Acara, Semoga Bermanfaat untuk Semua
Agar berkesan, seorang pembawa acara dapat menggunakan pantun melayu sebagai kata penutup acara.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Pantun melayu sebagai penutup biasa disampaikan oleh pembawa acara.
Agar berkesan, seorang pembawa acara dapat menggunakan pantun melayu sebagai kata penutup acara.
Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang terdiri dari empat baris.
Hingga saat ini, pantun melayu masih terus bertahan di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Bahkan, di Riau, pantun melayu kerap digunakan sebagai materi sambutan, pidato atau pun ceramah.
Biasanya, pemakaian pantun melayu digunakan di pembuka kata atau pun di penutup.
Namun tak jarang juga, pantun melayu dipakai di isi pidato, sambutan atau ceramah itu sendiri.
Berikut lima pantun melayu penutup acara:
Bunga dedap di atas para
Anak dusun pasang pelita
Kalau tersilap tutur bicara
Jemari disusun maaf dipinta
=========================
Bunga mekar di perbukitan
Sawah luas di pedesaan
Terima kasih untuk perhatian
Mohon maaf untuk kesalahan.
=========================
Burung dara burung cenderawasih
Cari dulu di Papua
Cukup sekian terima kasih
Semoga bermanfaat untuk semua
=========================
Berbaju kurung si anak dara
Sanggul berhias kembang melati
Kalau tersilap tutur bicara
Mohon maafkan sepenuh hati
=========================
Hari panas sawah membelah
Hutan rimba tempat si rusa
Maafkan kalau ada salah
Namanya juga manusia.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kumpulan-pantun-melayu_.jpg)