Breaking News:

Raja Abdullah II Minta Israel Hentikan Kebiadaban di Palestina

Netanyahu telah berulang kali menawarkan jaminan bahwa tidak ada perubahan status quo di situs tersebut.

AFP
Raja Abdullah II Minta Israel Hentikan Kebiadaban di Palestina 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Raja Yordania Abdullah II mendesak Israel menghentikan kekerasan di Palestina. Hal itu ia sampaikan pada saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa (24/1/2023).

Raja Yordania Abdullah II juga mendesak Israel menghormati status quo di Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Kantor PM Israel mengatakan Netanyahu bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II dalam rangka membahas "masalah regional" dan kerja sama keamanan dan ekonomi dengan Yordania, sekutu utama regional.

Perjanjian normalisasi hubungan Yordania tahun 1994 dengan Israel menghasilkan perdamaian yang sangat dingin antara mantan musuh.

Pemerintah Yordania telah memanggil duta besar Israel untuk Amman dua kali dalam sebulan terakhir sejak pemerintahan baru Israel menjabat—keduanya setelah insiden di kompleks Masjid Al-Aqsa. 

Netanyahu telah berulang kali menawarkan jaminan bahwa tidak ada perubahan status quo di situs tersebut.

Netanyahu, yang sebelumnya menjabat sebagai perdana menteri dari 2009 hingga 2021, kembali berkuasa bulan lalu sebagai kepala koalisi yang mencakup partai-partai Yahudi ekstrem kanan dan ultra-Ortodoks.

Pada 3 Januari, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunjungi situs suci Yerusalem yang dikelola oleh Yordania, memicu gelombang kecaman internasional.

Kantor Netanyahu mengatakan pemimpin Israel itu membahas "masalah regional" dan hubungan bilateral dengan raja Yordania.

Kedua pemimpin terakhir bertemu di Yordania pada 2018.

Kunjungan hari Selasa ke Amman adalah perjalanan resmi pertama Netanyahu ke luar negeri sejak menjabat.

Perdana menteri didampingi oleh Menteri Urusan Strategis Ron Dermer dan Ronen Bar, kepala badan keamanan domestik Shin Bet, serta penasihat keamanan nasional Tzachi Hanegbi dan sekretaris militer Netanyahu Avi Gil, kata seorang pejabat Israel.

Yordania pada tahun 1994 menjadi negara Arab kedua yang mengakui dan menandatangani perjanjian damai dengan negara tetangga Israel, setelah Mesir.

Raja Abdullah telah berulang kali menggambarkan hubungan dengan Israel sebagai "perdamaian yang dingin" dan pada akhir 2019 mengatakan bahwa hubungan Israel-Yordania berada pada "titik terendah sepanjang masa".

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved