Breaking News:

Tentara Israel dan Lebanon Saling Todong di Garis Perbatasan

Pasukan dari misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) dikirim ke daerah itu untuk mencegah eskalasi di lapangan.

ist
Tentara Israel dan Lebanon Saling Todong di Garis Perbatasan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tentara Lebanon mengumumkan keadaan siaga pada hari Minggu ketika pasukan Israel mendekati "pagar teknis" yang memisahkan negara itu dari Israel.

Kantor Berita Nasional milik negara Lebanon mengatakan buldoser Israel dan pasukan militer bergerak menuju pagar dekat Lembah Hunin di Lebanon selatan.

Langkah itu dilakukan di tengah ketegangan setelah pasukan Lebanon pada hari Kamis menghentikan buldoser militer Israel melanjutkan pekerjaan penggalian di daerah tersebut setelah melanggar Garis Biru untuk jarak 2 meter di dekat kota Kfar Kalla di Lebanon selatan, menurut tentara Lebanon.

Pasukan dari misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) dikirim ke daerah itu untuk mencegah eskalasi di lapangan.

Garis Biru adalah garis yang ditetapkan oleh PBB untuk penarikan pasukan Israel dari Lebanon pada tahun 2000.

Libanon sering menuduh Israel melanggar wilayah udara dan perairan teritorialnya.

Sementara itu, Raja Yordania Abdullah II mendesak Israel menghentikan kekerasan di Palestina. Hal itu ia sampaikan pada saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa (24/1/2023).

Raja Yordania Abdullah II juga mendesak Israel menghormati status quo di Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Kantor PM Israel mengatakan Netanyahu bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II dalam rangka membahas "masalah regional" dan kerja sama keamanan dan ekonomi dengan Yordania, sekutu utama regional.

Perjanjian normalisasi hubungan Yordania tahun 1994 dengan Israel menghasilkan perdamaian yang sangat dingin antara mantan musuh.

Pemerintah Yordania telah memanggil duta besar Israel untuk Amman dua kali dalam sebulan terakhir sejak pemerintahan baru Israel menjabat—keduanya setelah insiden di kompleks Masjid Al-Aqsa. 

Netanyahu telah berulang kali menawarkan jaminan bahwa tidak ada perubahan status quo di situs tersebut.

Netanyahu, yang sebelumnya menjabat sebagai perdana menteri dari 2009 hingga 2021, kembali berkuasa bulan lalu sebagai kepala koalisi yang mencakup partai-partai Yahudi ekstrem kanan dan ultra-Ortodoks.

Pada 3 Januari, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunjungi situs suci Yerusalem yang dikelola oleh Yordania, memicu gelombang kecaman internasional.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved