Breaking News:

Berita Riau

Begini Cara Napi di Riau Edarkan 20 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi, Padahal Mendekam di Lapas

Kok Bisa Napi di Lapas Tapi Kendalikan Bisnis Narkoba? Ini Cara Napi di Riau Edarkan 20 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/RIZKY ARMANDA
Polda Riau kembali berhasil membongkar jaringan bisnis narkoba yang dikendalikan napi penghuni Lapas Kelas IIA Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Polda Riau kembali berhasil membongkar jaringan bisnis narkoba yang dikendalikan napi penghuni Lapas Kelas IIA Pekanbaru.

Tak tanggung-tanggung, napi bernama Leo itu edarkan 20 kg sabu dan 20 ribu butir pil ekstasi.

Napi berusia 38 tersebut bisa kendalikan peredaran puluhan kg sabu itu karena masih bebas menggunakan handphone meski berada dalam Lapas.

Padahal di Lapas Pekanbaru, ada ruangan khusus bernama Blok Pengendali Narkoba (BPN).

Untuk memantau bisnis haramnya, napi kasus narkoba itu berkomunikasi dengan menggunakan chat WhatsApp dengan kurir suruhannya.

Keberadaan sel khusus BPN ini untuk mengantisipasi narapidana mengendalikan narkoba, tentu menjadi pertanyaan terkait efektif atau tidaknya.

Di Riau, khususnya Pekanbaru, kasus narapidana mengendalikan narkoba dari balik jeruji besi bukanlah kali pertama yang berhasil diungkap.

"Napi ini berkomunikasi dengan kurirnya lewat WhatsApp. Dia memerintahkan untuk mengantarkan narkoba ke kurir lainnya dengan menggunakan sandi 21," ucap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Kamis (26/1/2023).

Masih dikatakan Sunarto, napi itu memberikan upah Rp5 juta kepada kurir pengantar narkoba yang diperintahnya.

Setelah berhasil diungkap, Leo dibawa dari Lapas Pekanbaru ke Mapolda Riau untuk dilakukan proses hukum lanjutan.

Tak hanya Leo, Polda Riau juga mengamankan 3 tersangka lain yang ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau.

Satu di antara 4 tersangka itu merupakan wanita muda yang masih berusia 25 tahun.

Dari penangkapan 4 orang tersangka, petugas menyita barang bukti 20 Kg dan 20 ribu pil ekstasi.

Rangkaian pengungkapan dilakukan mulai Jumat, 6 Januari 2023.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved