Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ferdy Sambo Minta Diputus Bebas Usai Suruh Eliezer Eksekusi Mati Yoshua

Mantan jenderal bintang dua Polri itu mengaku sempat memerintahkan Ricky Rizal dan Richard Eliezer untuk menembak Yosua ketika berada di rumah pribadi

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Ferdy Sambo Minta Diputus Bebas Usai Suruh Eliezer Eksekusi Mati Yoshua 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo meminta pengadilan memberinya putusan bebas. Selain itu, Sambo juga meminta Majelis Hakim memulihkan nama baiknya.

Permintaan mantan jendral polisi itu diungkapkan oleh pengacaranya pada sidang di PN Jaksel, Selasa (24/1/2023).

"Membebaskan terdakwa Ferdy Sambo dari segala dakwaan, atau setidak-tidaknya melepaskan terdakwa Ferdy Sambo dari segala tuntutan hukum," kata pengacara Sambo, Arman Hanis, dalam sidang di PN Jaksel, Selasa (24/1/2023).

"Memulihkan nama baik terdakwa Ferdy Sambo dalam harkat, martabat, seperti semula," imbuh Arman.

Sambo mengklaim, dirinya tak pernah merencanakan pembunuhan terhadap Yosua.

Penembakan terhadap Brigadir J disebutnya terjadi begitu cepat.

Mantan jenderal bintang dua Polri itu mengaku sempat memerintahkan Ricky Rizal dan Richard Eliezer untuk menembak Yosua ketika berada di rumah pribadinya di Jalan Saguling, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).

Namun, saat berada di rumah dinas di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sambo mengaku "hanya" memerintahkan Richard menghajar Yosua.

"Peristiwa tersebut terjadi begitu singkat dan diliputi emosi mengingat hancurnya martabat saya juga istri saya yang telah menjadi korban perkosaan," kata Sambo.

Sambo pun mengaku menyesali perbuatannya. Dia juga meminta maaf dan siap bertanggung jawab sesuai perbuatan dan kesalahannya.

Mantan perwira tinggi Polri itu bilang, dirinya dan keluarga telah mendapatkan hukuman berat dari masyarakat berupa caci maki, olok-olok, bahkan fitnah.

"Di tengah hinaan, caci-maki, olok-olok serta tekanan luar biasa dari semua pihak terhadap saya dan keluarga dalam menjalani pemeriksaan dan persidangan perkara ini, acapkali membawa saya dalam keputusasaan dan rasa frustrasi," kata Sambo.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved