Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Pelalawan

Dipenuhi Semak Jadi Tempat Pacaran Muda-mudi, Disparpora Pelalawan Susun Ulang Masterplan Hutan Kota

Areal Hutan Kota Pelalawan banyak didatangi oleh pasangan muda-mudi yang berpacaran.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Johanes Tanjung
Bupati Pelalawan H Zukri dan sejumlah kepala dinas termasuk Kepala Disparpora Dodi Asma Saputra dan Kepala Satpol PP meninjau Hutan Kota Pangkalan Kerinci beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Areal Hutan Kota Pelalawan banyak didatangi oleh pasangan muda-mudi yang berpacaran.

Kepala Disparpora Dodi Asma Saputra Dodi Asma Saputra menerangkan, hutan kota yang berseberangan jalan dengan kantor Bupati Pelalawan saat ini banyak ditumbuhi oleh semak belukar yang liar hingga menutupi sebagian besar kawasannya.

Areal hutan mini itu perlu diawasi dengan penjagaan maupun penerangan yang baik.

Sehingga warga Pelalawan, khususnya Pangkalan Kerinci bisa semakin ramai berkunjung dan menghabiskan waktu di hutan kota yang Asril.

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pelalawan diperintahkan Bupati Pelalawan H Zukri untuk menata ulang Hutan Kota yang terletak di Kecamatan Pangkalan Kerinci pada tahun 2023 ini.

Perintah itu disampaikan saat Bupati Zukri bersama Kepala Disparpora Dodi Asma Saputra beserta beberapa pejabat meninjau Hutan Kota pada pekan lalu.

Areal hutan yang berada di dalam kawasan kantor Kecamatan Pangkalan Kerinci dinilai kurang representatif sebagai Hutan Kota yang konsepnya sebagai destinasi wisata alternatif bagi masyarakat.

Sehingga perlu ditata ulang rencana pembangunan dan pengembangannya.

"Setalah turun dengan pak bupati minggu lalu dan kita lakukan pertemuan lagi, kita akan mereview ulang masterplan Hutan Kota yang saat ini," terang Kepala Disparpora Pelalawan, Dodi Asma Saputra SSTP kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (8/2/2023).

Dodi menerangkan, rencana penataan yang akan dijalankan yakni penambahan tempat duduk dan rumah pohon yang bisa menampung pengunjung. Saat ini hanya ada 4 rumah pohon yang kondisinya kurang bagus secara fisik. Kemudian jembatan gantung ke dalam Hutan Kota akan direhabilitasi agar lebih aman dan nyaman dilalui pengunjung.

Fasilitas lain bakal ditambah seperti jalur lari atau jogging track bagi pecinta olahraga lari yang selama ini banyak beraktivitas di sekitar kantor bupati. Kemudian kolam yang saat ini tidak terawat, bakal diperbaiki dengan baik dan menambah jumlah ikan. Sehingga masyarakat datang berwisata sambil memancing.

"Bahkan pak bupati minta wahana Flying Fox dibiarkan, tapi akan kita kaji lagi nanti. Termasuk pola pengelolaannya bagaimana," tandas mantan Camat Pangkalan Kerinci ini.

Disparpora akan membenahi seluruh sarana dan prasarana yang ada di dalam hutan yang juga sebagai markas Pramuka Pelalawan. Selain berwisata, anak-anak juga bisa belajar tentang alam serta tanaman maupun hewan liar. Sehingga dibutuhkan pola pengembangan yang lebih serius dan pengelolaan yang profesional.

"Tumbuhannya akan ditambah dan satwa sepeti monyet hingga jenis-jenis burung akan dijaga. Jadi meski hutan kota kita mini, tapi isinya komplit," beber Dodi.

Untuk mengontrol pasangan muda-mudi yang berpacaran di Hutan Kota, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pelalawan memantau secara khusus situasi Hutan Kota Pangkalan Kerinci beberapa bulan kedepan.

Para pemuda hingga remaja datang ke hutan kota berpasang-pasangan dan duduk berduaan di beberapa sudut. Dikuatirkan pasangan muda-mudi yang sedang dimabuk asmara itu berbuat mesum di lokasi wisata tersebut.

"Kita pantau terus kondisi hutan kota dan tampaknya tak bisa dibiarkan begitu saja. Banyak muda-mudi yang pacaran mojok di situ," papar Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan, Tengku Junaidi

Hal itu terbukti ketika Bupati Pelalawan H Zukri dan sejumlah kepala dinas termasuk Kepala Satpol PP meninjau hutan kota pada Rabu (1/2/2023) lalu. Ternyata ada tiga pasang muda-mudi yang sedang berpacaran di gazebo-gazebo yang dibangun Pemda.

Hutan yang terletak di samping Kantor Camat Pangkalan Kerinci itu tertutup rimbunnya kayu dan daun. Sehingga orang yang berpacaran tidak terlihat dari jalan dan tersembunyi dari pantauan masyarakat.

Dikuatirkan pasangan muda-mudi itu berbuat mesum di hutan kota karena lokasinya yang tersembunyi. Mengingat tingginya tingkat kenakalan remaja di ibukota Pelalawan, para remaja tidak sungkan berbuat tak senonoh hingga mengkonsumsi miras di areal hutan di seberang kantor Bupati Pelalawan itu.

"Selama 24 jam akan dipantau anggota, khususnya dari sore sampai malam hari. Hutan itu untuk tempat wisata, bukan berbuat mesum," tambah Tengku Junaidi.

Penjagaan sedikit lebih ketat karena ada kantor Pramuka Pelalawan di dalam hutan kota yang setiap hari dijaga pengurus dan anggotanya. Selain itu, personil Satpol PP akan dikirimkan setiap saat memantau situasi di dalam hutan. Apabila ditemukan pasangan berbuat mesum langsung ditangkap dan diamankan ke kantor Satpol PP. Ditangani sesuai prosedur yang berlaku dalam Peraturan Daerah (Perda).

Tahun lalu sebelum ada kantor Pramuka di dalam Hutan Kota Pangkalan Kerinci, pihaknya sudah sering menangkap pasangan berbuat mesum di tempat itu. Bahkan pernah didapati alat kontrasepsi bekas pakai di sekitar hutan kota. Pihaknya tidak ingin hal itu terulang kembali dan mencemari tempat wisata dengan perbuatan yang dilarang agama maupun badat istiadat setempat. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved