Berita Riau
Fenomena Borneo Vortex Belum Berakhir di Riau, BMKG Peringatkan Agar Masyarakat Waspada
Fenomena Borneo Vortex di Riau diperkirakan masih akan berlangsung di Riau sekitar 2 hingga 4 hari ke depan
Penulis: Alex | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Fenomena Borneo Vortex di Riau diperkirakan masih akan berlangsung di Riau sekitar 2 hingga 4 hari ke depan.
Fenomena Borneo Vortex ini akan membuat kondisi cuaca cenderung akan meningkatkan kondisi hujan, dikarenakan kondisi angin akan cenderung mengarah ke arah pusaran tersebut.
Kepada Tribunpekanbaru.com , Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Yasir Prayuna mengatakan, karena Borneo Vortex tersebut, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan intensitas hujan yang akan disertai angin kencang.
"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai angin kencang," kata Yasir Prayuna kepada Tribunpekanbaru.com , Minggu (5/3/2023) pagi.
" Kita mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, puting beliung, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, cuaca hujan yang berlangsung beberapa waktu belakangan ternyata disebabkan adanya gangguan tekanan rendah di sekitar perairan kalimantan atau biasa disebut Borneo Vortex.
Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, memastikan kalau kondisi tersebut bukan dikarenakan akan berakhirnya musim hujan dan akan memasuki musim kering, namun karena adanya gangguan tekanan rendah tersebut.
"Hujan yang terjadi akhir-akhir ini, itu disebabkan karena adanya gangguan tekanan rendah disekitar perairan kalimantan atau biasa disebut Borneo Vortex," kata prakirawan BMKG Pekanbaru Bibin S kepada Tribun, Sabtu (4/3/2023) malam.
Borneo Vortex merupakan fenomena atmosfer yang terjadi di atas perairan Indonesia, yang memiliki skala sinoptik.
Dan dapat mempengaruhi aktivitas konveksi di sekitar laut Cina Selatan, dekat ekuator pada saat Monsun Asia berlangsung.
Terbentuknya fenomena ini akibat dari vortisitas putaran fluida, yang disebabkan oleh geser angin atau windshear.
Dan konvergensi yang dihasilkan dari interaksi antara angin monsun timur laut dan daratan Kalimantan.
Dalam jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika milik Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) tahun 2015, Borneo Vortex terjadi karena adanya dorongan Angin Pasat Tenggara ke utara terhadap Angin Monsun Asia.
Sehingga angin berinteraksi dengan topografi Pulau Kalimantan.
( Tribunpekanbaru.com / Alexander )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/prakiraan-cuaca-di-riau-sedia-selimut-suhu-dingin-akan-landa-riau-ini-kata-kepala-bmkg-pekanbaru.jpg)