Selasa, 28 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sejumlah Ayat yang Dihapus Dari Al Kitab Ditemukan, Diduga Dihapus Juru Tulis

Penemuan luar biasa yang berasal dari abad ke-3 menampilkan bab 11 hingga 12 dari Matius dan merupakan salah satu terjemahan paling awal dari Injil.

unsplash.com
Sejumlah Ayat yang Dihapus Dari Al Kitab Ditemukan, Diduga Dihapus Juru Tulis 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penemuan luar biasa yang berasal dari abad ke-3 menampilkan bab 11 hingga 12 dari Matius dan merupakan salah satu terjemahan paling awal dari Injil.

Halaman itu terungkap berkat penggunaan fotografi ultraviolet pada manuskrip di Perpustakaan Vatikan.

Teks tersembunyi awalnya dihapus oleh seorang juru tulis di Palestina- praktik umum pada saat itu karena perkamen langka sehingga manuskrip sering dihapus dan digunakan kembali.

Kutipan tersebut berasal dari Injil Matius, seorang murid Yesus yang adalah seorang pemungut cukai, yang merupakan salah satu dari empat Injil Perjanjian Baru dari Alkitab.

Tiga Injil lainnya, Injil Markus, Lukas dan Yohanes, menguraikan kehidupan Yesus, dan tulisan mereka merupakan bagian dari 27 kitab Perjanjian Baru.

Versi asli Yunani dari Matius pasal 12, ayat 1 berbunyi: "Pada waktu itu Yesus pergi ke ladang gandum pada hari Sabat dan murid-muridnya menjadi lapar dan mulai memetik bulir gandum dan makan."

Sementara terjemahan bahasa Suryani berbunyi, "[...] mulai memetik bulir-bulir gandum, menggosokkannya dengan tangan, dan memakannya."

Terjemahan lainnya belum dirilis - artinya ayat-ayat tersembunyi yang tak terhitung jumlahnya dapat terungkap di kemudian hari.

Seorang ahli abad pertengahan dari Austrian Academy of Sciences (OeAW) Grigory Kessel kini telah mampu mengungkap kata-kata yang hilang tersebut dan temuannya dipublikasikan di jurnal New Testament Studies.

"Tradisi kekristenan Syria mengetahui beberapa terjemahan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

"Sampai baru-baru ini, hanya dua manuskrip yang diketahui berisi terjemahan Injil Syria Kuno."

"Grigory Kessel telah membuat penemuan hebat berkat pengetahuannya yang mendalam tentang teks-teks Syria kuno dan karakteristik aksara.

"Penemuan ini membuktikan betapa produktif dan pentingnya interaksi antara teknologi digital modern dan penelitian dasar ketika berhadapan dengan manuskrip abad pertengahan." kata Claudia Rapp, Direktur Institute for Medieval Research di OeAW.

Kitab-kitab Perjanjian Baru ditulis pada tahun-tahun setelah penyaliban Kristus.

Itu dimulai dengan deskripsi Matius tentang kelahirannya dan juga berisi surat-surat para pemimpin Gereja mula-mula kepada orang-orang Kristen mula-mula, seperti surat-surat Santo Paulus.

Perjanjian Baru diakhiri dengan Kitab Wahyu, yang memberi tahu orang Kristen tentang akhir dunia.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved