Oknum Polisi Tak Berkutik Dikepung Warga Usai Ketahuan Beli Rokok Pakai Uang Palsu

Tidak hanya satu warung, polisi itu diduga membelanjakan uang palsu di sejumlah warung.

Editor: Muhammad Ridho
Tribun Video
Ilustrasi oknum Polisi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang oknum polisi nekat beli rokok pakai uang palsu pecahan Rp 100 ribu, ternyata punya Rp 1,4 juta dan niat edarkan ke tempat lain, berujung apes ditangkap warga.

Aksi tak terpuji dilakukan oknum polisi di Bengkulu.

Betapa tidak, oknum polisi berpangkat Briptu itu tega melakukan penipuan di warung kelontong.

Ya, polisi berinisial IH itu dikepung warga setelah ketahuan berbelanja di warung menggunakan uang palsu.

Tidak hanya satu warung, polisi itu diduga membelanjakan uang palsu di sejumlah warung.

Saat tertangkap basah, dia pun panik.

Apalagi warga dengan cepat mengerubunginya.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Tanjung Sakti Desa Pondok Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah, Kamis 14 April 2023.

Adapun korban warga setempat bernama Barita (54).

Barita mengatakan kasus tersebut terungkap saat pelaku beli rokok di warungnya dengan uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

"Sekitar tanggal 31 Maret kemarin, saya lagi ngecek uang warung, ternyata ada uang palsu satu, terus tadi malam oknum polisi beli rokok pakai uang palsu juga," ujar Barita, Jumat (14/4/2023).

Uang palsu yang diberikan oleh oknum polisi tersebut diketahui karena sang anak Barita yang menjaga warung diminta untuk selalu menerawang uang pecahan Rp 100 ribu agar tidak lagi menerima uang palsu.

"Anak ni dipesankan terus, kalau ada duit Rp 100 ribu tempel di lampu, kalau tidak ada berarti palsu, nah waktu ngecek uang polisi itu ternyata palsu," kata Barita.

Mengetahui uang tersebut palsu, anak Barita pun memberitahu pamannya yang berada di warung bahwa ada uang palsu.

"Pas tau ada uang palsu, belum sempat apa-apa, tiba-tiba datang orang dari Desa Padang Betuah langsung megang polisi itu, katanya polisi itu tadi juga belanja pakai duit palsu di warungnga," cerita Barita.

Sontak hal itu pun membuat kehebohan dan warung Barita mendadak dipenuhi oleh orang-orang yang penasaran dengan keributan tersebut.

"Ramai sekali orang semalam itu, ada sekitar 50 orang, tapi setelah ditelpon orang Polsek Pondok Kelapa, akhirnya polisi yang pakai duit palsu ini tadi dibawa pergi," kata Barita.

Kronologi Kejadian

Diberitakan Tribun Bengkulu.com sebelumnya, salah satu pemilik warung, Ronaldi warga Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah mengaku sempat terkecoh dengan uang pecahan Rp 100 ribu yang diberikan oleh oknum polisi tersebut.

Oknum polisi yang berpangkat Briptu dan merupakan anggota Bhabinkamtibmas Polresta Bengkulu berhasil diamankan warga saat membeli rokok dengan uang palsu di warung ketiga.

"Yang jaga warung ini kakak saya, kakak saya tanya ini uang palsu atau bukan, waktu saya cek ternyata benar uang palsu, tetapi oknum polisi itu sudah pergi," ujar Ronaldi saat ditemui di Polsek Pondok Kelapa.

Mengetahui bahwa uang tersebut palsu, ia bersama rekannya pun mencoba mengejar pelaku dan kebetulan pelaku kembali membeli rokok di salah satu warung menggunakan uang palsu juga.

"Waktu saya kejar, karena pelaku ini pakai motor dinas Bhabinkamtibmas dan sedang berhenti di salah satu warung, kami pun berhenti dan meminta pelaku tersebut mengganti uang yang palsu itu," katanya.

Namun, oknum polisi tersebut ternyata tidak mengaku dan malah membuat hal tersebut menarik perhatian warga sekitar dan pengendara yang lalu lalang.

"Akhirnya dia ngaku dan mengganti uang palsu itu, waktu warga mengecek dompet pelaku ada uang palsu sebanyak Rp 1,4 juta pecahan Rp 100 ribu, kalau ditambah sama yang diberikan ke saya totalnya Rp 1,5 juta," ungkapnya.

Kemudian, kondisi di lokasi pun bisa ditenangkan dan oknum polisi tersebut dibiarkan pergi, tetapi masih diikuti oleh warga.

"Jadi waktu kami ikuti, polisi ini manggil kami dan bilang video dia tertangkap tadi jangan diviralkan, karena bukan saya yang memvideokan saya jawab saya tidak bawa hape," kata Ronaldi.

Tiba-tiba, oknum polisi tersebut mengarah ke Polsek Pondok Kelapa dan akhirnya warga yang menangkap oknum polisi tersebut juga ikut ke Polsek Pondok Kelapa.

"Sekarang oknum polisi itu masih diminta keterangan kayaknya, ini saya juga baru mau diambil keterangan, masih nunggu giliran," kata Ronaldi.

https://medan.tribunnews.com/2023/04/15/kronologi-briptu-ih-menipu-oknum-polisi-beli-rokok-pakai-uang-palsu-korbannya-sudah-tua?page=all

( Tribunpekanbaru.com )

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved