Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Gratis ke Berbayar, Direktur RSUD Meranti Buka Suara Soal Pergantian Aplikasi SIMRS

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepukauan Meranti Dr Prima Wulandari akhirnya buka suara terkait penggantian aplikasi SIMRS.

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: M Iqbal
Tribunpekanbaru.com/Teddy Tarigan
Direktur RSUD Kepulauan Meranti dr. Prima Wulandari 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepukauan Meranti Dr Prima Wulandari akhirnya buka suara terkait penggantian aplikasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) dari yang gratis menjadi berbayar.

Dijelaskan Prima SIMRS sebelumnya yang digunakan adalah aplikasi gratis yang direkomendasi oleh Kementerian Kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yaitu Aplikasi Khanza.

Namun pada bulan Oktober 2022 yang lalu pihaknya mengganti aplikasi tersebut dengan aplikasi berbayar dari pihak ketiga yaitu Lintasarta.

Penggantian tersebut dijelaskan Prima dikarenakan alasan teknis. "Jaringannya kadang gak konek, makanya dari BPJS itu sering tertumpuk antrian di depan. Sekarang antriannya sudah mulai berkurang. Jadi masalahnya di connecting masalah jaringan dan lebih terdeteksi semua (menggunakan aplikasi baru)," ujarnya.

Walaupun demikian dirinya tidak memungkiri bahwa ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat RSUD Kepulauan Meranti akan menggunakan sistem yang baru tersebut. Hanya saja temuan tersebut sifatnya administrasi karena ada prosedur yang salah saat melakukan kerjasama.

Walaupun demikian Prima memastikan tidak ada anggaran yang digunakan selama menjalankan aplikasi tersebut.

"Sementara anggaran itu tidak ada kami pakai di tahun 2022, sampai detik ini kami tidak mengeluarkan duit sepeserpun," tuturnya.

Prima menuturkan melalui kesepakatan kerjasama dengan pihak ketiga aplikasi tersebut direncanakan akan mulai efektif digunakan dan dibayar pada tahun 2023 dengan catatan, pihaknya baru akan membayar jika aplikasi sudah dinyatakan cocok digunakan selama masa percobaan.

Sehingga sejauh ini pemakaian aplikasi dari Oktober 2022 masih terhitung masa uji coba dan tidak dikenakan biaya apapun.

"Di perjanjian itu sudah kita sampaikan semua. Kalau sudah oke menurut mereka dan kita," jelasnya.

Prima menegaskan karena adanya kesalahan prosedur maka pihaknya pada tahun  ini akan kembali menggunakan aplikasi Khanza. Namun saat ini prosesnya masih dalam tahap migrasi data dari aplikasi sebelumnya.

"Saat ini sedang proses migrasi data ke Khanza." Pungkasnya. (tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved