Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Siak

Bupati Alfedri Letuskan Tembakan Meriam Bambu, Buka Pergelaran Belajar Bersama

Bupati Siak Alfedri menembakkan meriam bambu di museum Balairung, Selasa (9/5/2023).

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Bupati Siak Alfedri meletuskan meriam bambu untuk membuka pagelaran seni di museum Balairung Sri, Selasa (9/5/2023). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri menembakkan meriam bambu di museum Balairung, Selasa (9/5/2023). Hal tersebut sebagai tanda dibukanya secara resmi belajar bersama dalam pagelaran seni dan pameran temporer di museum Balairung Sri.

Meriam bambu kembali diangkat menjadi permainan tradisi masyarakat Siak. Permainan ini dimainkan pada setiap bulan Ramadan hingga hari raya Idul Fitri.

“Belajar bersama di museum Balairung Sri ini sangat penting dalam menanamkan nilai budaya dan sejarah kepada anak-anak kita,” kata Alfedri.

Ia menjelaskan, kegiatan untuk kemajuan kebudayaan sesuai dengan UU. Pemerintah Daerah dan juga seluruh masyarakat harus melakukan perlindungan, pelestarian, pemberdayaan dan pemanfaatan kebudayaan.

Alfedri juga meminta agar museum Balairung Sri dibuka setiap hari. Terlebih pada hari libur, agar masyarakat datang, sehingga bisa melihat museum.

“Ketika ada masyarakat yang ingin melihat museum, bisa masuk dan melihat budaya dan sejarah yang ada di dalamnya,” kata dia.

Selain itu, museum ini di manfaatkan agar menjadwalkan kunjungan siswa secara bergiliran. Petugas museum juga diminta agar melaksanakan program museum keliling.

“Bahkan nisa nimbrung juga dalam program Bujang Kampung setiap Jumat,” kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Mahadar mengatakan tujuan kegiatan belajar bersama di Museum, Pagelaran Seni, Pameran Temporer dan Museum keliling adalah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap museum. Kegiatan ini diharapkan agar menjadi daya tarik bagi masyarakat.

"Saya berharap, dengan adanya kegiatan ini, akan meningkatkan jumlah kunjungan ke dalam museum yang ada di Kabupaten Siak, juga menjadi sarana edukasi, riset, sosial dan budaya,” kata Mahadar.

Pada kegiatan belajar bersama ini diikuti 100 siswa dari 14 Kecamatan. Mereka terdiri dari guru, peserta didik dari jenjang PAUD, TK, SD dan SMP.

"Peserta akan diberikan materi, di antaranya belajar tentang museum Balai Rung Sri, belajar tentang Tanjak Siak, belajar mengenai Silsilah Kesultanan Siak, dan masih banyak materi lainnya,” kata dia.

Selain itu, juga ada pameran temporer yang dilaksanakan 8 Mei hingga akhir tahun 2023 dengan tema permainan tradisional. Selain itu juga ada menampilkan permainan tradisional dan terbuka untuk umum,” katanya. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved