Intel AS Punya Bukti Borok Ukraina Soal Sabotase Pipa Gas Alam Nord Stream
CIA mengetahui Juni lalu, melalui agen mata-mata Eropa, bahwa tim enam orang pasukan operasi khusus Ukraina bermaksud meledakkan proyek gas alam Rusia
TRIBUNPEKANBARU.COM - Badan Intelijen Pusat AS memiliki informasi bahwa Ukraina berencana untuk melakukan serangan terhadap pipa gas alam Nord Stream tiga bulan sebelum menjadi sasaran, menurut sebuah laporan yang mengutip informasi yang bocor.
CIA mengetahui Juni lalu, melalui agen mata-mata Eropa, bahwa tim enam orang pasukan operasi khusus Ukraina bermaksud meledakkan proyek gas alam Rusia-ke-Jerman, lapor Washington Post.
Pelaporan intelijen Eropa dibagikan di platform obrolan Discord, diduga oleh anggota Garda Nasional Udara Jack Teixeira, yang baru-baru ini didakwa sehubungan dengan kebocoran dokumen sensitif AS. The Washington Post mengatakan mendapat salinan dari salah satu teman online Teixeira.
Laporan intelijen itu didasarkan pada informasi yang diperoleh dari seseorang di Ukraina, kata Washington Post, menambahkan bahwa CIA membagikan laporan itu dengan Jerman dan negara-negara Eropa lainnya Juni lalu.
Rincian spesifik termasuk jumlah operasi dan metode serangan, menurut Washington Post. Itu berarti bahwa selama hampir satu tahun, sekutu Barat memiliki dasar untuk mencurigai Kiev melakukan sabotase.
Surat kabar itu mengatakan bahwa para pejabat di berbagai negara telah mengkonfirmasi bahwa ringkasan intelijen yang diposting di Discord secara akurat menyatakan apa yang dikatakan oleh dinas Eropa kepada CIA.
The Post menambahkan telah setuju untuk menahan nama negara Eropa serta beberapa aspek dari rencana yang dicurigai atas permintaan pejabat pemerintah, dengan alasan risiko terhadap sumber dan operasi.
CIA tidak segera menanggapi permintaan komentar. Reuters tidak dapat segera mengkonfirmasi intelijen yang dikutip oleh Washington Post.
Beberapa ledakan bawah air memecahkan Nord Stream 1 dan pipa Nord Stream 2 yang baru dibangun yang menghubungkan Rusia dan Jerman melintasi Laut Baltik pada September 2022.
Ledakan terjadi di zona ekonomi Swedia dan Denmark. Kedua negara mengatakan ledakan itu disengaja, tetapi belum menentukan siapa yang bertanggung jawab. Kedua negara serta Jerman sedang menyelidiki insiden tersebut.
Washington dan NATO menyebut insiden itu sebagai "tindakan sabotase." Moskow menyalahkan Barat. Tidak ada pihak yang memberikan bukti tentang siapa yang melakukan serangan itu.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Nord-Stream-milik-Rusia-bocor.jpg)