Berita Pelalawan
Hotspot Muncul di Langgam dan Kuala Kampar, BPBD Pelalawan Sebut Curah Hujan Semakin Minim
Hotspot di Pelalawan kembali muncul akibat musim kemarau yang melanda dua pekan terakhir
Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Hotspot di Pelalawan kembali muncul akibat musim kemarau yang melanda dua pekan terakhir.
Ada dua titik panas atau hotspot di Pelalawan yang terpantau hari ini, Minggu (18/6/2023).
Adapun dua hotspot di Pelalawan itu terletak di Kecamatan Langgam dan Kuala Kampar dengan tingkat confidence sedang antara 30 sampai 79 persen.
Namun belum bisa dipastikan kedua titik panas itu berpotensi sebagai titik api atau hanya sekadar titik panas saja.
"Personil yang ada di kecamatan sedang melakukan pengecekan ke lokasi hotspot sesuai dengan titik koordinat. Mudah-mudahan tidak ada titik api," ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada Tribunpekanbaru.com , Minggu (18/6/2023).
Diterangkannya, dari peta satelit yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Pekanbaru, wilayah Pelalawan sebagian besar berwarna merah dengan kategori sangat mudah terbakar, apabila ada pemicunya.
Sebagian kecil berwarna kuning pada level mudah terbakar.
Artinya, seluruh wilayah Pelalawan sangat rawan muncul titik api yang menyebabkan Karhutla.
Kondisi ini disebabkan oleh curah hujan yang semakin menurun dalam satu pekan terakhir.
Kemarau kering kian mendominasi setiap hari, walaupun peluang hujan masih tetap ada berdasarkan prakiraan cuaca.
"Hari ini potensi hujan masih ada dari prakiraan cuaca. Pelalawan diprediksi diguyur hujan pada malam hari," beber Zulfan.
Ia menegaskan, kondisi cuaca yang sangat panas menandakan musim kemarau melanda sebagian besar wilayah Pelalawan.
Hal ini menyebabkan suhu udara cukup panas dan kelembaban sangat sedikit. Panas matahari terasa terik dan terasa gerah hingga malam hari.
BPBD Pelalawan mengimbau kepada seluruh tim gabungan di kecamatan hingga tingkat desa dan kelurahan untuk tetap melaksanakan patroli serta pemantauan titik api.
Khususnya di wilayah yang rentan terbakar dan areal yang menjadi langganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
"Satgas Udara BNPB juga membantu berpatroli dari udara. Jadi lebih mudah mengantisipasi jika ditemukan Karhutla," pungkasnya.
( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/satgas-udara-bnpp-pelalawan.jpg)