Rabu, 29 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Wisata di Kepri

Outbound di Bintan, Pilihan Seru Pelajar dari Singapura dan Vietnam

Kabupaten Bintan menjadi salah satu lokasi bagi pelajar dari mancanegara untuk melakukan outbound. Mereka berasal Singapura dan Vietnam

Editor: Rinal Maradjo
istimewa
Camping Ground di Bintan, Provinsi Kepri 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BINTAN - Kabupaten Bintan menjadi salah satu lokasi bagi pelajar dari mancanegara untuk melakukan outbound.

Seperti rombongan pelajar dari Singapura dan Vietnam yang melakukan kegiatan di alam Bintan, Senin, 19 Juni 2023.

Bagi mereka destinasi wisata alam di Kabupaten Bintan sangat bagus dan masih alami. Hal itu diutarakan Owenn Phua, pelajar Singapura, yang melakukan outbound di Bintan.

Di mana keindahan alam di Pulau Bintan, menurutnya, bukanlah hasil ciptaan manusia.

Lebih alami jika dibandingkan apa yang dapat dinikmati dan dilihat di negaranya, Singapura.

"Pemandangan alamnya tercipta secara alami menampilkan keberagaman ekosistem, kehidupan liar, dan keindahan alam yang mempesona," ucapnya.

Lanjutnya, Kabupaten Bintan juga memiliki keanekaragaman tumbuhan yang lebih menarik bagi para penggemar berkemah atau orang-orang yang suka menjelajahi hutan atau pegunungan.

"Maka dari itu, dengan aneka ragam flora yang menakjubkan ini, menjadikannya destinasi yang ideal bagi para pencinta alam," terangnya.

Selama melakukan outbound dengan berjalan kaki di hutan bintan, Owenn juga mengamati keberagaman spesies tanaman yang tampak begitu banyak jenisnya.

Walaupun dalam jarak beberapa langkah, ada berbagai jenis serangga dan burung yang ditemui olehnya di alam liar.

"Setiap momen menjadi kesempatan bagi saya untuk menyadari betapa berbedanya pengalaman ketika benar-benar berada di alam liar yang bukan merupakan hasil rekayasa buatan manusia, namun memang ada di sana dan dijadikan oleh alam sendiri," ucapnya.

Lokasi Outbond Air di Bintan, Provinsi Kepri
Lokasi Outbond Air di Bintan, Provinsi Kepri (istimewa)

Ketika melakukan kegiatan di alam, menurut Owenn harus menerapkan prinsip Leave No Trace.

Prinsip ini mesti dipegang oleh setiap wisatawan atau peserta pecinta alam.

"Seperti saya memiliki prinsip untuk tetap menjaga kelestarian alam, dan meninggalkan kondisi lokasi yang baik bagi pengunjung atau peserta lainnya," ucapnya.

Dia melanjutkan, prinsip ini membutuhkan kesadaran, disiplin, dan komitmen dari setiap individu yang berkecimpung dalam kegiatan di alam terbuka.

"Jadi dengan menjaga jejak kita sekecil mungkin, kita dapat menikmati keindahan alam sambil memastikan bahwa lingkungan alam tetap terjaga baik, dan terus dapat dinikmati oleh siapapun yang datang ke lokasi alam tersebut," ucapnya.

Disinggung apa makanan yang ia suka ketika melakukan outbound di Bintan, Owenn mengaku sangat suka menikmati hidangan seafood yang lezat di salah satu restoran yang berada di tepi sungai.

"Soalnya selain makanannya yang lezat, suasana alamnya juga dapat ketika berlibur di Bintan," terangnya.

Selain itu, hal paling berkesan lainnya bagi dia adalah saat menikmati berbagai buah segar di lokasi tempat mereka mengakhiri pendakian Gunung Bintan yang melelahkan.

"Meskipun kami merasa lelah, sensasi kesegaran langsung memenuhi tubuh saat kami menikmati rasa manis buah-buahan yang kami makan, seperti pisang dan nenas. Jadi ketika saya memakan pisang dan nenas itu, saya berkata 'wow' buah-buahannya sangat enak dan segar," ucapnya.

Saat ditanya harapannya terhadap pemerintah setempat untuk pelestarian alam, Owenn mengatakan bahwa tanggung jawab untuk melestarikan alam di Bintan tidak hanya menjadi beban Pemerintah Kabupaten Bintan.

Melainkan juga menjadi tanggung jawab bagi pemandu wisata, pengelola pariwisata, dan masyarakat sekitar.

Mereka harus terus berupaya secara berkelanjutan untuk menjaga dan mempertahankan lokasi-lokasi yang dilindungi sebagai destinasi wisata alam yang lestari.

Penting bagi pengelola pariwisata untuk memastikan kegiatan mereka berada dalam batas yang dapat diterima oleh lingkungan, menerapkan praktik ramah lingkungan, dan menjaga kualitas alam yang ada.

Masyarakat sekitar juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian alam dengan mendukung upaya konservasi dan berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Pemerintah perlu mengimplementasikan kebijakan yang mendukung pelestarian alam, melindungi kawasan-kawasan berharga, dan mengatur penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Sosialisasi yang luas kepada masyarakat, wisatawan, dan semua pihak terkait juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam dan berkontribusi dalam menjaga kelestariannya.

Dengan kerjasama dan kesadaran bersama, Bintan dapat menjadi contoh sukses dalam pelestarian alam dan pembangunan pariwisata berkelanjutan.

"Intinya lokasi-lokasi alam yang dijaga dengan baik akan tetap mempesona dan memberikan pengalaman tidak terlupakan bagi wisatawan. Sedangkan lingkungan yang terjaga akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal dan generasi mendatang," kata dia.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Plt Dispar Kepri) Raja Heri Mokhrizal menyatakan, pemerintah akan terus berupaya untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Kepri. Pengembangan potensi ini diharapkan bisa meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kepri.

Di tahun 2023, setidaknya sudah ada tiga grup pelajar dari Singapura dan Vietnam yang melakukan outbound di wilayah Bintan.

Para pelajar ini secara bertahap datang ke Kabupaten Bintan sejak bulan Februari dan Maret 2023 lalu untuk melakukan program pembelajaran alam atau outbound.

"Di tahun 2023 sudah ada tiga grup pelajar yang melakukan Program Leadership Outdoor di Bintan. Dalam satu grup itu ada sekitar 16 orang," terang Raja Azmizal, Head Business Development & Operation PT Bintan Resort Cakrawala.

Sebelum melakukan outbound di Bintan, para pelajar terlebih dahulu melakukan kegiatan program leadershipnya di Singapura.

"Dalam kegiatan Program Leadership Outdoor itu mereka ada 21 hari. Tapi mulainya terlebih dahulu di Singapura, dan di Bintan merupakan bagian dari 21 hari itu. Mereka datang ke Bintan itu sudah hari yang ke 15," terangnya.

Adapun kegiatan outbound yang ditawarkan kepada para pelajar Singapura dan Vietnam seperti kegiatan air di danau yang ada di kawasan Lagoi Bintan.

Untuk melakukan kegiatan air ini para peserta akan membuat rakit sendiri.

"Kita siapkan segala peralatan untuk membuat rakit. Setelah itu mereka rakit sendiri dengan instruktur, dan rakit itulah nanti mereka gunakan untuk kegiatan air di danau," terangnya.

Setelah menyusuri danau di kawasan Lagoi, para pelajar melakukan trekking atau jalan kaki jarak jauh sekitar 12-18 Kilometer.

Adapun rute yang dilalui para peserta dari Lagoi menuju Gunung Bintan dengan melewati jalur hutan.

"Jadi kita sudah sediakan jalurnya sendiri. Mereka akan lewat jalur hutan dari Senggiling tembus ke daerah Sri Bintan Pura, dan keluarnya sekitar Poyotomo," jelas Raja Azmizal.

Setelah jalan kaki, mereka menaiki puncak Gunung Bintan. Selanjutnya, mereka turun dari atas air terjun Gunung Bintan.

Dari sana mereka berkemah di salah satu sekolah di dekat Gunung Bintan.

"Setelah dari sana mereka balik lagi ke kawasan Lagoi dengan melakukan penanam pohon mangrove di kawasan Teluk Sebong," ujarnya.

Semua kegiatan itu menggunakan instruktur dari KinderWorld International yang sudah bekerjasama dengan PT. Bintan Resot Cakrawala (BRC).

KinderWorld International adalah instruktur pendidikan outdoor yang bersertifikat.

Siapa saja bisa melakukan outbound dengan menggunakan instruktur yang sudah bekerjasama dengan kawasan Lagoi.

Untuk mencari informasi dan konsultasi bisa langsung menghubungi ke nomor 082285029961 bagian event PT. BRC.

"Jadi segala kegiatan outbound ini di-handle oleh instruktur yang bersertifikasi. Supaya program kegiatan bisa terstruktur. Kita dari Lagoi yang menyiapkan segala fasilitas kegiatan dan lokasinya," jelasnya. (adv)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved