Ada Apa dengan Tanggal 24 Juni 2023, Memperingati Hari Apa, Banyak yang Nangis?
Ada apa Tanggal 24 Juni 2023, sebagian netizen menyebutkan akan banyak yang menangis pada hari itu.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Ada apa dengan Tanggal 24 Juni 2023 yang viral di Tiktok?
Pada Tanggal 24 Juni 2023 sebagian netizen menyebutkan akan banyak yang menangis pada hari itu.
Sebenarnya Tanggal 24 Juni 2023 memperingati hari apa sih? Simak penjelasannya disini.
Ramai di postingan Tiktok yang membuat video tentang Tanggal 24 Juni 2023 .
Dalam unggahan yang membahas Tanggal 24 Juni 2023 tersebut disebutkan jika hari tersebut sangat mendebarkan dan sebagian akan menangis.
Dalam hastag, sang kreator memberi hastag #raport #siswa #sd #smp pada video tentang Tanggal 24 Juni 2023 .
Ternyata pada Tanggal 24 Juni 2023 sebagian siswa menerima raport kenaikan kelas.
Tentunya pembagian raport Tanggal 24 Juni 2023 tersebut merupakan hal yang bikin cemas bagi sebagian siswa.
Selain penerimaan raport, berikut hari besar yang diperingati pada Tanggal 24 Juni 2023 .
Hari Inti Raymi
Setiap tanggal 24 Juni di Peru diperingati Inti Raymi.
Inti Raymi merupakan festival budaya di Peru.
Festival ini melibatkan ritual rekonstruksi sejarah dimana masyarakat berkostum pakaian tradisional Inca lalu turun ke Kuil Matahari Cusco dan Plaza de Armas.
Ada serangkaian kegiatan seperti tarian, teater dan juga doa dia "Benteng Sacsayhuaman".
Inti Raymi pertama kali didirikan sebagai perayaan oleh Kaisar Inca Pachacuti, diyakini terjadi antara tahun 1412 dan 1430, untuk memperingati titik balik matahari musim dingin dan untuk menghormati leluhur di masa lalu.
Tidak hanya di Peru, Inti Raymi juga dirayakan di Ekuador, Bolivia, Chili, Argentina Utara, dan Kolumbia.
Hari Bidan Nasional
Hari Bidan Nasional diperingati setiap tanggal 24 Juni.
Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari lahirnya Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
IBI lahir pada tanggal 24 Juni 1951.
IBI dibentuk sebagai wadah para bidan seluruh Indonesia. Banyak tokoh yang terlibat dalam IBI.
Seperti Selo Soemardjan, Fatimah, Sri Mulyani, Salikun, Sukaesih, Ipah dan S. Margua, yang selanjutnya memproklamirkan IBI sebagai satu-satunya organisasi resmi bagi para bidan Indonesia.
Pada tanggal 15 Oktober 1954, IBI diakui sah sebagai organisasi yang berbadan hukum dan terdaftar dalam Lembaga Negara. IBI juga diakui sebagai ICM (International Confederation of Midwives).
Bidan memegang peran penting akan kelahiran ibu dan bayinya.
Jauh dari sejak kehamilan, bidang memiliki tugas untuk melindungi dan merawat ibu hamil.
Dengan adanya Hari Bidan Nasional ini diharapkan bisa memberi penghargaan kepada seluruh profesi bidan yang ada di Indonesia.
( Tribunpekanbaru.com / M Ridho )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-kalender-12345.jpg)