Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ini Penyebab Israel Tak Akan Pernah Berikan Iron Dome ke Ukraina

Netanyahu menunjukkan bahwa jika itu terjadi, Teheran akan dapat menggunakan senjata Israel untuk melawan Israel.

AFP
Ilustrasi Iron Dome. Akan Pasok Iron Dome ke Ukraina, Perdana Menteri Israel Dapat Peringatan Keras dari Rusia 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Israel tidak akan pernah memberikan sistem pertahanan udara Iron Dome atau senjata lain kepada Ukraina.

Mereka khawatir, senjata itu nantinya berhasil direbut oleh Rusia dan jatuh ke tangan Iran.

Israel tak rela teknologinya bakal digunakan Iran untuk menyerangnya.

"Saya pikir, penting untuk dipahami bahwa kami juga prihatin dengan kemungkinan bahwa sistem yang akan kami berikan ke Ukraina akan jatuh ke tangan Iran," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Kamis (29/6/2023).

Netanyahu menunjukkan bahwa jika itu terjadi, Teheran akan dapat menggunakan senjata Israel untuk melawan Israel.

Dia mencatat bahwa Israel adalah negara berpenduduk padat dan sejauh ini, telah menghindari korban besar karena sistem Iron Dome menembak jatuh 95 persen rudal yang menargetkan pusat populasi Israel.

"Sekarang, jika sistem itu jatuh ke tangan Iran, maka jutaan orang Israel akan tidak berdaya dan dalam bahaya," tambahnya.

Iron Dome adalah sistem pertahanan udara yang dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems Israel dalam kemitraan dengan produsen senjata AS Raytheon.

Itu dianggap sebagai salah satu sistem paling efektif melawan roket jarak pendek.

Pada awal Juni 2022, Duta Besar Ukraina untuk Israel Evgeny Korniychuk mengatakan bahwa Ukraina tertarik untuk mendapatkan sistem Iron Dome.

Iron Dome adalah sistem pertahanan udara bergerak segala cuaca yang dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems dan Israel Aerospace Industries .

Sistem ini dirancang untuk mencegat dan menghancurkan roket jarak pendek dan peluru artileri yang ditembakkan dari jarak 4 kilometer (2,5 mil) hingga 70 kilometer (43 mil) jauhnya dan yang lintasannya akan membawa mereka ke daerah berpenduduk Israel.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved