Berita Pelalawan
Bupati Pelalawan Lantik 1.036 PPPK Guru dan Tenaga Teknis
Bupati Pelalawan, H Zukri melantik 1.036 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2022 pada 23 Agustus lalu
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Bupati Pelalawan, H Zukri melantik 1.036 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2022 pada 23 Agustus lalu di gedung daerah Datuk Laksamana Mangkudiraja Pangkalan Kerinci.
Para pegawai PPPK dikukuhkan setelah hampir satu tahun menunggu sejak proses seleksi dilaksanakan pada tahun 2022 lalu. Adapun PPPK yang dilantik yakni 1.031 orang guru dan 5 orang tenaga teknis pertanian. Para guru yang dilantik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ini merupakan guru honor yang selama ini bekerja di sekolah-sekolah yang ada di Pelalawan.
Seribuan PPPK memadati gedung daerah hingga sebagain duduk di samping lantara kapasitas tidak mencukupi. Tampak juga anggota keluarga para ASN yang dilantik ikut menyaksikan pengukuhan. Pengucapan sumpah dan janji sebagai PPPK dipimpin langsung oleh Bupati Zukri.
"Selamat kepada seluruh pegawai PPPK yang baru saja dilantik. Ini merupakan hari bahagia bagi kalian," terang Zukri kepada seluruh pegawai PPPK.
Zukri menyebutkan, Kabupaten Pelalawan ketiga terbanyak merekrut ASN PPPK di Provinsi Riau pada tahun 2022 lalu. Bertujuan untuk mengangkat guru honorer menjadi pegawai dengan kondisi anggaran yang kecil. Dengan jumlah PPPK yang diterima mencapai 1.000 orang lebih tapi APBD yang sedikit, awalnya tak bisa terfikirkan. Namun untuk tujuan pendidikan yang maju dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bagus, pengangkatan guru honor PPPK harus dilaksanakan.
"Sempat berfikir dari mana duitnya untuk PPPK sebanyak ini. Kita cari duitnya sampai jadi. Padahal kalau ditimbang-timbang kita bukanlah daerah yang APBD besar," tutur Zukri.
Zukri menyampaikan, para guru honor yang telah diangkat sebagai PPPK harus banyak bersyukur dan menyeimbangkan dengan kinerja yang lebih bagus di dunia pendidikan. Berdasarkan data yang diterima banyak guru honor yang sudah mengabdi belasan tahun dan baru berkesempatan sebagai ASN.
"Bahkan ada yang satu tahun lagi sudah pensiun setelah diangkat sebagai PPPK. Banyak-banyaklah bersyukur dan bekerja dengan ikhlas," pungkasnya.
Bupati Pelalawan H Zukri secara langsung mengukuhkan 1.036 PPPK yang sebagian besar diantarnya merupakan guru honorer. Pengucapan sumpah dan janji para Aparatur Sipil Negara (ASN) ini digelar di gedung daerah Datuk Laksamana Mangkudiraja Pangkalan Kerinci. Guru honor yang diangkat menjadi PPPK ini memiliki masa pengabdian yang beragam. Mulai dari lima tahun hingga 17 tahun, dan bahkan ada yang setahun lagi akan pensiun.
Perwakilan guru PPPK, Zaidun S.Pd menyampaikan rasa terimakasih kepada pemerintah yang telah mengangkat mereka menjadi ASN. Perjuangan yang dirasakan para guru honor untuk menjadi pegawai sangat panjang. Pertama kali menjadi guru honor dirinya hanya digaji Rp 25 ribu satu bulan. Kemudian sering berjalannya waktu, gaji naik menjadi Rp 150 ribu dan naik lagi Rp 300 ribu hingga Pemda Pelalawan memutuskan gaji honor daerah sebesar Rp 1.550.000 sampai saat ini.
Masa pengabdian Zaidun tergolong cukup lama sebagai guru honor hingga menjadi pegawai. Saking lamanya, anak murid yang pernah diajarinya sampai tamat, telah menjadi guru honor dan ikut dilantik sebagai PPPK bersama dirinya. Kesabaran para guru honor ini ternyata berbuah manis dan impiannya menjadi pegawai akhirnya terwujud.
"Bahkan ada kawan-kawan kami yang tinggal satu tahun lagi akan pensiun setelah diangkat jadi PPPK. Itulah saking lamanya menunggu diangkat," tambahnya.
Perwakilan PPPK lainnya, Rismawati S.Pd menyampaikan bentuk perjuangan serupa dari para guru honor yang sudah lama mendambakan status ASN. Mereka tetap bersyukur atas hasil dari kesabaran menunggu selama ini, melalui motivasi sesama guru serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Sebagian para guru honor sebenarnya telah mencoba peruntungan melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun-tahun sebelumnya. Namun tidak beruntung dan kalah dengan para peserta ujian lainnya.
"Ada yang sudah 17 tahun mengabdi jadi guru. Kalau ikut seleksi CPNS, kami pasti kalah dengan yang muda-muda. Terimakasih banyak kepada Pemda yang telah memperjuangkan nasib kami," tuturnya.
Ia meminta rekan-rekan mereka sesama guru honorer yang sampai saat ini belum diangkat sebagai PPPK, padahal sudah mengabdi belasan tahun. Mereka meminta guru honor lainnya segera diangkat seperti mereka dan bisa menikmati status sebagai pegawai.
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pelalawan, Darlis M.Si menerangkan, pelantikan PPPK guru dan tenaga teknis sebanyak 1.036 orang melalui perjuangan cukup panjang. Setelah dilakukan seleksi pada Agustus 2022 lalu sampai pengumuman kelulusan, proses penempatan dan menunggu nomor induk PPPK cukup lama. Hingga akhirnya bisa dilantik sebagai PPPK pada pekan ketiga Bulan Agustus 2023.
"Terhitung sejak saat ini mereka sudah ASN PPPK dan menerima gaji serta hak-hak lainnya mulai bulan depan," tandasnya.
Darlis menerangkan, seharusnya jumlah PPPK yang dilantik sebanyak 1.038 orang dengan rincian 1.033 guru dan 5 orang PPPK penyuluh pertanian. Namun dalam perjalanannya, satu orang PPPK guru meninggal dunia dan satu lagi datanya belum keluar dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sampai saat ini. Alhasil tenaga guru tinggal 1.031 orang.
"Untuk tahun ini kita kembali merekrut ASN PPPK guru dan kesehatan yang jumlahnya mencapai 300 orang," tukasnya.
Tak Ada Penerimaan Honorer Baru Setelah 1.031 Guru Honor di Pelalawan Jadi PPPK
Sebanyak 1.031 guru honor di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan resmi dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Bupati Pelalawan H Zukri pada 23 Agustus lalu.
Para guru honor itu harus menunggu satu tahun setelah mengikuti seleksi PPPK hingga dinyatakan lulus. Sebagian besar diantarnya telah mengabdi selama belasan tahun lamanya dan bahkan ada yang pensiun satu tahun lagi setelah diangkat. Namun banyak pihak mempertanyakan adakah penerimaan guru honorer baru sebagai pengganti seribuan guru honor diangkat jadi PPPK. Perekrutan guru tidak tetap oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan selama ini melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Menanggapi hal itu, Kepala Disdikbud Pelalawan Abu Bakar FE saat dikonfirmasi memastikan belum ada penerimaan guru honor daerah, meski 1.031 guru honor telah menjadi PPPK yang direkrut tahun 2022 lalu. Disdikbud masih berjuang dalam mengangkat guru honor yang saat ini tersisa menjadi PPPK melalui seleksi yang akan dilakukan tahun 2023.
"Kita tidak ada lagi merekrut guru honorer, fokus untuk PPPK saja sesuai arahan pusat. Guru yang saat ini masih berstatus honor, mudah-mudahan segera bisa jadi PPPK," papar Abu Bakar FE.
Ia menjelaskan, dengan pengangkatan PPPK bukan berarti adanya kekosongan guru di sekolah-sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ataupun Sekolah Dasar (SD) dan lainnya. Pasalnya, penerimaan dan penempatan guru PPPK sudah melalui analisis kebutuhan dari setiap sekolah. Termasuk pembagian jam mengajar para guru yang telah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) telah diatur sebelumnya. Alhasil kecil kemungkinan adanya kekurangan tenaga pengajar dengan perubahan status guru honorer ke PPPK.
"Apalagi pemerintah pusat sudah melarang Pemda untuk merekrut pegawai honor baru. Itu ada aturannya. Programnya untuk PPPK saja," beber Abu Bakar.
Tahun ini, lanjut Abu Bakar, Pemkab Pelalawan kembali menerima guru PPPK sebanyak 210 orang. Perekrutan ini masih dikhususkan bagi guru yang saat ini masih berstatus honorer. Proses seleksi akan digelar dalam waktu dekat dan diharapkan guru honor yang tersisa bisa menjadi ASN seperti rekan-rekannya yang lain yang sudah lebih dulu diangkat.
"Kalau nanti masih juga ada guru honor yang tersisa tahun ini, kita tetap perjuangkan ke tahun depan," pungkasnya.
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pelalawan, Darlis M.Si menjelaskan, proses penerimaan pegawai honor selama ini dilakukan oleh dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membutuhkan. Surat Keputusan (SK) pengangkatannya langsung dikeluarkan oleh kepala dinas atau pimpinan OPD yang bersangkutan. Namun terkait penerima guru honor baru usai pelantikan seribu guru PPPK, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait hal itu.
"Merujuk pada aturan terbaru, Pemda memang tidak dibenarkan menerima honorer lagi. Karena status itu bakal dihapus dan diarahkan menjadi ASN PPPK," kata Darlis.
Terkait adanya kekosongan guru pascapelantikan guru PPPK, hal itu dinilai kecil kemungkinannya. Sebab Kementerian Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara (Kemenpan) dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) serta BKPSDM di daerah telah melakukan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisa Beban Kerja (ABK), sebelum membuka seleksi PPPK. Alhasil kebutuhan guru dari setiap sekolah telah dihitung dan ditempatkan sesuai dengan hasil analisa tersebut.
"Jika dilihat, guru yang pindah tempat mengajar cuman sedikit dibanding yang tetap setelah pergantian status guru honorer jadi guru PPPK. Artinya penempatan sudah merata," pungkas Darlis. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)
Penerimaan 300 PPPK di Pelalawan Tahun 2023 Resmi Diumumkan
Seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023 di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan resmi diumumkan pada Jumat (22/9/2023) pekan lalu.
Pengumuman resmi dapat dilihat oleh masyarakat di website Pemda Pelalawan di Pelalawankab.go.id dan website BKPSDM Pelalawan yakni bkpsdm.pelalawankab.go.id. Dalam bekas pengumuman diterangkan semua berkas yang perlu disiapkan oleh calon peserta, syarat dan persyaratan yang musti dipenuhi, aturan main, hingga jumlah kuota dan formasi.
"Pengumuman ada dua yakni PPPK guru dan kesehatan. Silahkan dilihat langsung dan dipelajari, agar tidak ada kesalahan informasi," terang Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pelalawan, Darlis M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (24/9/2023).
Adapun jadwal dan tahapan perekrutan PPPK guru dan kesehatan secara rinci yakni pengumuman seleksi mulai 19 September sampai 3 Oktober, pendaftaran 20 September sampai 9 Oktober, seleksi administrasi dari 20 September hingga 12 Oktober, kemudian pengumuman hasil seleksi administrasi 13 sampai 16 Oktober. Selanjutnya proses masa sanggah dan jawaban masa sanggah pada 17 sampai 21 Oktober. Pengumuman pasca masa sanggah 20 sampai 26 Oktober, serta penarikan data final dari 27 sampai 29 Oktober.
Kemudian penjadwalan seleksi kompetensi 30 Oktober sampai 2 November. Dilanjutkan dengan pengumuman daftar peserta, waktu, dan tempat kompetensi. Proses terus berjalan sesuai tahapan yang diputuskan Hinga pengumuman kelulusan pada 4 sampai 13 Desember. Peserta yang lulus akan diproses penetasan Nomor Induk PPPK ke pusat.
"Sama seperti sebelumnya, tahun ini kita mengakomodir pelamar disabilitas. Untuk guru dua orang dan kesehatan juga dua orang," tutur Darlis.
Berdasarkan arahan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN, ada perbedaan seleksi PPPK tahun ini. Jika sebelumnya perekrutan khusus untuk pegawai honor atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang ada di Pelalawan saja, kali ini diberikan kesempatan untuk masyarakat umum. Sebanyak 300 PPPK yang diseleksi tidak hanya yang berstatus honorer, tetapi masyarakat yang memenuhi persyaratan bisa mengikuti tahapan seleksi.
Darlis merincikan, adapun jumlah yang dialokasikan untuk jalur umum yakni 20 persen dari total kuota yang diterima. Tahun ini Pemkab Pelalawan menerima PPPK sebanyak 300 orang dengan pembagian 210 tenaga guru dan 90 tenaga kesehatan. Jika dialokasikan 20 persen sesuai arahan pemerintah pusat, penerimaan PPPK guru dari masyarakat umum 42 orang. Sedangkan formasi tenaga kesehatan yang diakomodir dari umum mencapai 18 orang.
"Formasinya bisa dilihat langsung di pengumuman. Tahun ini ada formasi untuk guru agama non muslim yakni kristen dan katolik. Tahun lalu tidak ada," ungkap Darlis.
Untuk formasi guru agama kristen atau protestan tersedia 5 kuota. Sedangkan formasi guru agama katolik disiapkan 2 kuota. Tentu latar belakang pendidikannya harus sesuai dengan formasi yang diterima. Para peserta yang berminat diminta untuk membaca seluruh pengumuman secara baik dan benar. Selebihnya merupakan guru bidang studi dan guru kelas sebanyak 213 kuota.
"Tenaga kesehatan yang direkrut sebagian besar tempat penugasannya di seluruh Puskesmas yang ada di Pelalawan. Hanya sedikit yang di RSUD Selasih," imbuhnya.
( Tribunpekanbaru.com /Johannes Wowor Tanjung)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pelantikan-PPPK-Pelalawan-2022-oke.jpg)