Rabu, 10 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bahasa Gaul

Common Sense Arti Bahasa Gaul dan Pengertian Common Sense dan Contohnya

Kata common sence sudah lama didengar, berikut common sense arti Bahasa Gaul dan pengertian common sense dan contohnya

Tayang:
Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Ilustrasi
Common Sense Arti Bahasa Gaul dan Pengertian Common Sense dan Contohnya 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kata common sence sudah lama didengar, berikut common sense arti Bahasa Gaul dan pengertian common sense dan contohnya.

Kata common sense arti Bahasa Gaul adalah akal sehat atau akal budi, nalar wajar, atau nalar umum.

Sedangkan akal sehat itu adalah penilaian yang masuk akal dan praktis mengenai masalah sehari-hari atau kemampuan dasar untuk melihat, memahami, dan menilai dengan cara yang umumnya dimiliki oleh hampir semua orang.

Dilansir dari Experd.com, sering sekali kita mendengar dalam rapat-rapat penting, sekelompok eksekutif dengan malu-malu mengatakan: “Kok kita tidak kepikiran tentang hal itu ya…”.

Padahal solusi atau celah yang dikemukakan orang lain adalah sesuatu yang tidak hebat-hebat amat, sehari-hari dan simpel.

Itulah ‘common sense’, sebegitu langkanya sehingga ada ahli yang mengatakan: “If it is so uncommon, why people call it ‘common sense’?

Jadi, arti kata common sense menurut pendapat modern adalah penilaian yang sangat masuk akal terhadap suatu situasi.

Contohnya, tidak menyentuh radiator mobil saat panas, membawa baju hangat saat akan pergi ke daerah dingin, tidak banyak bergurau saat melayat orang meninggal atau bahkan sekedar menyampaikan kata maaf jika kita merasa kata atau perbuatan kita menyakiti atau tidak berkenan bagi orang lain.

Singkat kata, common sense adalah penilaian yang sangat lazim, yang didapat dari pengetahuan dan pengalaman dalam kejadian sehari-hari, kehadirannya tidak terlepas dari segala macam proses logika dan pendapat pribadi. Di sana ada moralitas, awareness, patuh aturan, wisdom, juga pencarian pengetahuan.

Semua manusia sejak lahir sudah memanfaatkan persepsi, memori, proses pemikiran, kewaspadaan, berhitung, sedikit ramalan dan penilaian. Kesemua proses pikir inilah modal dalam memberdayakan common sense.

Yang  sering membuatnya macet adalah bila salah satu dari banyak proses ini tidak di kembangkan, sehingga proses pikir lainnya yang akan bekerja intensif. Katakanlah seorang yang dalam pekerjaannya banyak membuat penilaian yang dilandasi fakta tertulis dan tercatat, bisa saja kehilangan kebiasaan untuk memanfaatkan imajinasi, pengalaman dan kewaspadaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Akibatnya, individu bisa menjadi kering dan tidak berwarna dalam memandang situasi atau kepayahan dalam menyelesaikan masalah.

Dilansir dari Neswa.id, dulu pun pernah ada kubu politik yang dengan bangga menjadikan akal sehat ini sebagai tagline pembeda dengan kubu seberang. Sebenarnya, tidak selalu, istilah akal sehat ini memiliki makna yang baik.

Begini, meski mungkin ada istilah lain yang lebih tepat, common sense paling lazim diterjemahkan sebagai akal sehat dalam bahasa Indonesia. Padahal, sebenarnya, dalam literatur jurnal psikologi kognitif, common sense sungguh berbeda dengan scientific thinking atau pola berpikir ilmiah.

Scientific thinking lebih cocok disebut sebagai uncommon sense. Ini cara berpikir yang tidak biasanya, tidak alamiah. Harus ada upaya sadar untuk mengembangkannya. Harus ada kerja sistematis untuk menanamkannya di benak manusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved